PECAHNYA BEJANA KACA

PECAHNYA BEJANA KACA Oleh: @deden_mm al-Imam Muhyiddin Ibn Arabi (w. 638 H.) diundang ke acara makan salah seorang yang shalih nan sufi (wali) di Gang Pelita (Zuqâq al-Qanâdîl), Mesir. Para guru sufi berkumpul. Tuan rumah menghidangkan makanan. Dan, bejana-bejana diedarkan. Di antara bejana-bejana itu ada bejana kaca yang diperuntukan untuk buang air kecil. Masih baru. … Continue reading “PECAHNYA BEJANA KACA”

NABI SAKIT MATA PARAH SAAT DIASUH KAKEKNYA

NABI SAKIT MATA PARAH SAAT DIASUH KAKEKNYA Oleh: @deden_mm Tiba-tiba saya mendapat kiriman screenshot halaman kitab Nûr al-‘Abshâr fî Manâqib Âl Bait al-Nabiyy al-Mukhtâr yang berisi potongan riwayat tentang ramad syadîd (رَمَدٌ شَدِيدٌ) yang menimpa Rasulullah Saw saat dalam pengasuhan kekeknya. Teks lengkapnya sebagai berikut: وَأَصَابَهُ صلى الله عليه وسلم فِي السَّنَةِ السَّابِعَةِ رَمَدٌ شَدِيدٌ … Continue reading “NABI SAKIT MATA PARAH SAAT DIASUH KAKEKNYA”

SAFARNYA PEREMPUAN TANPA MAHRAM

SAFARNYA PEREMPUAN TANPA MAHRAM Oleh: @deden_mm Pada dasarnya, perempuan tidak boleh bepergian jauh kecuali bersama mahramnya. Berdasarkan hadis-hadis shahih yang di antaranya: لَا يَحِلُّ ِلامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَومٍ إلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir bepergian dalam jarak tempuh perjalanan satu … Continue reading “SAFARNYA PEREMPUAN TANPA MAHRAM”

TUNTUNAN NABI TENTANG BERSUCI TANPA AIR

TUNTUNAN NABI TENTANG BERSUCI TANPA AIR Oleh:@deden_mm Dalam kitab Safinah al-Naja ada fasal tentang syarat-syarat istinja dengan batu. Istinja adalah membersihkan area tempat keluarnya air kecil dan air besar setelah buang air kecil atau air besar. Untuk memudahkan penyebutannya, saya terjemahkan dengan “bersuci.” Ketika ngaji fasal ini pertama kali, maka, saya sebagai santri yang tidak … Continue reading “TUNTUNAN NABI TENTANG BERSUCI TANPA AIR”