Jalan Para Penerima Nikmat

JALAN PARA PENERIMA NIKMAT (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 7) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيهِمْ غَير المَغْضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَالضَّالِّينَ Yaitu jalan orang-orang yang Kauberi nikmat, bukan yang dimurkai dan bukan yang sesat Ayat ini menjelaskan Jalan Lurus (al-Shirâth al-Mustaqîm) yang disebutkan pada ayat sebelumnya untuk meguatkan makna dalam hati setiap … Continue reading “Jalan Para Penerima Nikmat”

Pengadilan Keadilan

PENGADILAN KEADILAN (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 4) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: مَلِكِ يَومِ الدِّينَ Pemilik hari pembalasan Teks surat al-Fâtihah ayat 4 adalah mâliki yaumiddîn. Terdiri dari tiga kata. Yaitu mâlik (مَالِكِ), yaum (يَومِ), dan al-dîn (الدّينِ). Kata malik pada ayat ini mempunyai dua bacaan. Kedua-duanya sah dari Rasulullah Saw. Yaitu pertama, … Continue reading “Pengadilan Keadilan”

Kebhinekaan Dalam Rahman Dan Rahim-Nya Allah

KEBHINEKAAN DALAM RAHMÂN DAN RAHÎM-NYA ALLAH (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 3) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Maha Pengasih, Maha Penyayang Dalam bahasa Indonesia, terdapat kosakata “kasih” dan kosakata “sayang.” Keduanya merupakan ekspresi dari rasa cinta dan kelembutan hati. Tapi “kasih” tak selalu berarti di dalamnya ada “sayang,” dan “sayang” tak selalu … Continue reading “Kebhinekaan Dalam Rahman Dan Rahim-Nya Allah”

Semesta Itu Bertuhan

MEM-BISMILLAH-KAN KEHIDUPAN (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 2) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: الَحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam Kalimat al-hamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn, atau dipotong menjadi al-hamdulillâh sudah terbiasa terucap dalam obrolan sehari-hari, bahkan lebih sering diucapkan dari pada lafal bismillah. Disadari atau tidak, ketika lisan mengucapkan … Continue reading “Semesta Itu Bertuhan”