Kejahatan Yang Tersembunyi

  KEJAHATAN YANG TERSEMBUNYI (Tafsir Surah al-Nâs Ayat 4) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Dari kejahatan bisikan yang bersembunyi Inti tema surah al-Nâs, sebagaimana telah penulis bahas pada pendahuluan tafsir surah al-Nâs ini, adalah meminta perlindungan kepada Allah. Disebut isti‘âdzah. Rangkaiannya ada empat. Pertama al-musta‘idz. Yaitu yang meminta perlindungan. Kedua al-musta‘adz bih. Yaitu yang dipinta perlindungannya. … Continue reading “Kejahatan Yang Tersembunyi”

Sudah Karena Allah Kah Jihad Kita?

SUDAH KARENA ALLAH KAH JIHAD KITA? Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Semenjak kasus penodaan Agama bergulir, kosakata jihad banyak diteriakkan. Tentu yang dimaksud adalah jihad yang sebenarnya dengan berbagai macam cara. Termasuk turun ke jalan melakukan aksi bela Agama bersama segala resiko yang dihadapi. Bahkan mereka merindukan syahid. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan ketika jutaan muslimin … Continue reading “Sudah Karena Allah Kah Jihad Kita?”

Penakluk Sihir Kebencian

  PENAKLUK SIHIR KEBENCIAN (Pendahuluan Tafsir Surah al-Falaq) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin بسم الله الرحمن الرحيم Di Madinah, saat Rasulullah Saw hijrah ke sana, terdapat tiga klan Yahudi yang besar. Yaitu Bani Qianuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Mereka sudah berada di Madinah sejak lebih kurang 1000 tahun sebelum Rasulullah Saw dilahirkan. Yang mendorong mereka … Continue reading “Penakluk Sihir Kebencian”

Jin Dan Manusia

  JIN DAN MANUSIA (Tafsir Suran al-Nâs Ayat 6) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ Dari jin dan manusia. Ayat ini adalah penutup surah al-Nâs, juga merupakan penutup seluruh Al-Qur’an, sehingga sebenarnya menjadi dekat pula dengan ayat pertama dalam Al-Qur’an, yaitu basmalah dalam surah al-Fâtihah. Ketika surah al-Nâs dibaca dengan dilanjutkan langsung kepada surah … Continue reading “Jin Dan Manusia”

Sembahan Manusia

  SEMBAHAN MANUSIA (Tafsir Surah al-Nâs Ayat 3) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Sembahan manusia Kata al-Ilâh (الإِله) pada kalimt ilâhinnâs (إله النّاس) diterjemahkan, dalam terjemahan Kementrian Agama, dengan Sembahan. Tidak seperti biasanya. Yaitu Tuhan. Misalnya dalam kalimat lâ ’lâha illallâh (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ). Diterjemahkan dengan “tiada Tuhan selain Allah.” Bukan “tiada sembahan selain Allah.” … Continue reading “Sembahan Manusia”