MUHAMMAD SAW MUDA DAN PERGAULAN JAHILIYAH

MUHAMMAD SAW MUDA DAN PERGAULAN JAHILIYAH

بَابُ اخْتِصَاصِه صلى الله عَلَيْهِ وَسلم بِحِفْظِ اللهِ إيّاه فِي شبابِه عَمَّا كَانَ عَلَيْهِ أهلُ الْجَاهِلِيَّة

أَخْرَجَ الشَّيْخَانِ عَن جَابرٍ بنِ عبدِ اللهِ أنّ النَّبِيَّ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم كَانَ ينْقلُ الْحِجَارَةَ للكعبةِ وَعَلِيهِ إِزَارٌ فَقَالَ لَهُ الْعَبَّاسُ عَمُّه يَا ابْنَ أخي لَو حللْتَ إزارَك فَجَعَلْتَه على منكبَيْكَ يَقِيك الْحِجَارَةُ فَحلَّه فَجعلَه على مَنْكِبَيْه فَسقطَ مغشِيًّا عَلَيْهِ فَمَا رُؤِيَ بعد ذَلِك الْيَوْمِ عُريَانًا

Terjemah

Dua guru besar hadits, yaitu Imam al-Bukhari (w. 256 H.) dan Imam Muslim (w. 261 H.) mengeluarkan riwayat hadits dari Jabir bin ‘Abdillah (w. 78 H.), bahwa Rasulullah Saw memindahkan batu Ka‘bah saat renovasi sementara beliau mengenakan sarung. Lalu, paman beliau, al-‘Abbas berkata: “Wahai keponakanku, apakah tidak sebaiknya engkau melepas raungmu lalu meletakannya di pundakmu maka kamu akan terlindungi dari batu. Lalu beliau melepaskan dan meletakannya di pundak beliau. Tiba-tiba beliau jatuh tak sadarkan diri. Maka, setelah itu beliau tidak pernah terlihat hendak tak berbusana lagi.

Penjelasan

Di antara pergaulan Jahiliyah adalah membuka aurat. Keluar rumah dan bekerja dalam keadaan membuka aurat menjadi hal biasa. Bahkan, ada ritual mereka di sekitar Ka‘bah yang dilakukan tanpa busana. Yakni telanjang. Adapun Rasulullah Saw, dari kecil hingga dewasa belum pernah terlihat auratnya. Bahkan, pada suatu ketika beliau hendak melepaskan sarungnya, yaitu ketika menerima saran dari paman beliau, al-Abbas saat memindahkan batu Ka‘bah bersama orang-orang Quraisy dalam rangka merenovasi Ka‘bah agar tidak terlukai batu, Allah menghentikan beliau. Yakni, Allah menjaga beliau dari membuka aurat di depan umum dengan menjadikan beliau tak sadarkan diri. Dengan kata lain, pergaulan Jahiliyyah, yakni dalam hal ini, membuka aurat di depan umum, tidak mempengaruhi beliau. Karena dijaga langsung oleh Allah.

Bagikan