Muhammad SAW Nabi Pertama Dan Terakhir

MUHAMMAD SAW: NABI PERTAMA DAN TERKAHIR
(Kajian Kitab al-Khashaish al-Kubra Karya Imam al-Suyuyhi (w. 911 H.))
Bersama KH Deden Muhammad Makhyaruddin

 

Allah Swt. berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Dan (ingatlah) Kami mengambil perjanjian dari para nabi, dan darimu, dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putera Maryam. Dan Kami ambil dari mereka perjanjian yang kuat. (QS al-Ahzâb, 33 : 7)

Kita, pada umumnya, telah mengetahui Rasulullah Saw. adalah nabi penutup. Tidak ada lagi nabi setelahnya. Disebut Khâtam al-Nabiyyîn berdasarkan surah al-Ahzâb ayat 40. Yaitu firman Allah:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Muhammad  bukanlah ayah salah seorang dari lelakimu melainkan seorang utusan Allah dan penutup para nabi. (QS al-Ahzâb, 33 : 40)

Tapi, rupanya, Imam al-Suyuthi, ketika melihat surah al-Ahzab ayat 7, setuju dengan penafsiran Imam Ibnu Abi Hatim, bahwa kalau surah al-Ahzab ayat 60 menyatakan Muhammad penutup para nabi, maka surah al-Ahzab ayat 7 mengisyaratkan beliau pembuka para nabi. Atau, dengan kata lain, nabi pertama dan terakhir. Karena Mîtsâqan Ghalizhâ (Perjanjian yang dikukuhkan dengan sumpah yang kuat) yang diambil dari para nabi adalah perintah mengimani kenabian Rasulullah Saw. sebelum mereka menjadi nabi.

Imam al-Bukhari dalam kitab Târikh-nya meriwayatkan sebuah hadits. Rasulullah Sw. bersabda yang terjemahkannya:(Aku adalah seorang nabi), sementara Adam di antara ruh dan jasad.

Meminjam istilah Ilmu Tataegara, dapat dikatakan, Muhammad Saw adalah nabi pertama secara The Jure dan nabi terakhir secara The Facto.

Bagikan