Benda-Benda Suci Yang Merusak Dan Tidak Merusak Air

BENDA-BENDA SUCI YANG MERUSAK DAN TIDAK MERUSAK AIR
Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin

Apabila air bercampur dengan benda suci tapi tidak sampai berubah rasa, warna, dan baunya, maka:

  1. Jika tak berubah tersebut disebabkan sedikit campurannya, maka masih boleh dipergunakan untuk bersuci, baik wudhu, mandi besar, maupun membersihkan najis, karena air tersebut masih tetap dalam kemutlakannya.
  2. Jika tak berubah tersebut tidak disebabkan sedikit campurannya, tapi karena campurannya satu sifat dengan air, yakni tekstur dan kebeningannya sama dengan air, seperti Air Mawar (air yang diambil dari sari bunga) yang sudah tidak wangi, maka hukum memakainya terdapat dua sudut pandang dari ulama:
  3. Apabila air menang, yakni volume air lebih banyak, maka masih dapat dipergunakan untuk bersuci, karena tetap menyandang nama Air Muthlaq. Apabila campurannya menang, yakni campurannya lebih banyak, maka tidak dapat dipergunakan untuk bersuci, karena tak lagi disebut Air Muthlaq.
  4. Apabila campuran yang satu sifat dengan air tersebut tidak mengubah sifat air seandainya, dikira-kirakan, tidak satu sifat, seperti air satu ember sementara campurannya setengah gelas kecil, maka air tersebut masih dapat dipergunakan untuk bersuci. Tapi, apabila campuran tersebut, seandainya, dikira-kirakan tidak satu sifat akan mengubahnya, maka tidak dapat lagi dipergunakan untuk bersuci.

Yakni, menurut pandangan kedua ini, penilaiannya tidak dengan volume mana yang lebi banyak, airkah atau campurannya, tapi harus dikira-kirakan dengan benda cair, atau dalam hal ini, Air Mawar yang beda sifat dengan air. Sama halnya dengan Denda Luka yang tidak dijelaskan ukurannya dalam Al-Qur’an dan Hadits, atau juga Qiyas, seperti melukai punggung, maka harus dikira-kirakan dengan Denda Luka pada hamba sahaya, yakni setengah lebi rendah dari yang dijelaskan ukurannya.

Bagikan