WUDHUNYA PARA NABI

WUDHUNYA PARA NABI

فصل: والمستحبُ أن يتوضأَ ثلاثاً ثلاثاً لمِاَ رَوى أبيٌ بنُ كعبٍ أن النبيَّ صلى الله عليه وسلم توضَّأَ مرةً مرةً ثمَّ قالَ هذا وضوءٌ لا يقبلُ الصلاةُ إلا بهِ ثمَّ توضأَ مرّتَينِ مرّتَين ثمَّ قالَ مَن توضَّأَ مرّتَين آتاهُ اللهُ أجرَه مرّتَين ثم توضأَ ثلاثاً ثلاثاً وقال: هذا وضوئِي ووضوءُ الأنبياءِ قبلي ووضوءُ خليلي إبراهيمَ عليه السلامُ،

 فإن اقتصرَ على مرةٍ وأسبغَ أجزَأَه لقولِه صلى الله عليه وسلم هذا وضوءٌ لا يقبلُ اللهُ الصلاةُ إلا به، فإن خالفَ بينَ الأعضاءِ فغسلَ بعضَها مرةً وبعضَها مرتَين وبعضَها ثلاثاً جازَ، لما رَوى عمرٌو بنُ شعيبٍ عن أبيه عن جدِّه أنّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم توضأَ ثلاثاً ثم قال: هذا الوضوءُ فمن زادَ على هذا أو نقصَ فقد أساءَ وظلمَ،

Pasal: Disunnahkan (basuhan atau usapan) wudhu tiga kali-tiga kali. Karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka‘ab (w. 30 H.), bahwa Nabi Saw berwudhu satu kali-satu kali kemudian bersabda: “Inilah wudhu yang shalat tidak diterima kecuali dengannya.” Kemudian belua wudhu dua kali-dua kali lalu bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu dua kali-dua kali maka Allah akan memberikan pahalanya dua kali. Kemudian beliau wudhu tiga kali-tiga kali lalu bersabda: “Inilah wudhuku, wudhu para nabi sebelumku, dan wudhu kekasihku, Ibarhim ‘alaihis salam.” (HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi)

Jika seseorang berwudhu hanya satu kali-satu kali tepi menyempurnakannya maka wudhunya cukup. Karena sabda Rasulullah Saw di atas: “Inilah wudhu yang Allah tidak menerima shalat kecuali dengannya.” Jika basuhan wudhunya berbeda-beda pada setiap anggota wudhu, yakni membasuh sebagian anggota wudhu, (misalnya wajah) satu kali, membasuh sebagiannya (misalnya tangan) dua kali, dan membasuh sebagiannya lagi (misalnya kaki) tiga kali maka boleh. Karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu‘aib (w. 118 H.) dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah Saw wudhu tiga kali-tiga kali kemudian bersabda: “Inilah wudhu. Barang siapa yang menambahnya atau mengurangi maka telah berbuat buruk dan zhalim.” (HR Ahmad, al-Nasa’iy, Abu Daud)

Bagikan