ADAKAH YANG MEMADAMKAN LAMPU ITU SELAIN UMAR

ADAKAH YANG MEMADAMKAN LAMPU ITU SELAIN UMAR
Oleh: @deden-mm

Suatu malam, seorang laki-laki bernama Muslim bin Abu Muslim al-Harrani menemui Umar bin Abdul Aziz yang tengah terlihat masih sangat sibuk mengerjakan tumpukan tugas-tugasnya sebagai kepala negara bersama seorang sekretaris.

Muslim mengamati kesibukan Umar dalam mengurus rakyat sampai larut malam. Ketika sekretarisnya sudah keluar dan giliran Muslim masuk maka seketika Umar memadamkan lampu di ruangannya.

Umar menemui Muslim dalam gelap karena lampu di ruangannya adalah fasilitas negara yang dinyalakan dengan minyak milik rakyat, sementara belum tentu Muslim menemuinya untuk urusan kenegaraan dan rakyat.

Dan, benar, Muslim datang untuk tujuan peribadi. Lalu, Umar menyalakan lampu yang temaram miliknya sendiri. Saat lampu dinyalakan, Muslim melihat dengan jelas tambalan-tambalan yang memenuhi bagian belikat baju yang dikenakan Umar.

Muslim takjub melihat pemimpin di hadapannya yang begitu hati-hati dalam mempergunakan fasilitas negara. Tak boleh ada sedikit pun yang tergunakan untuk kepentingan lain atau tercampur dengan urusan pribadi.

Mungkinkah kita sekarang bisa melihat lagi yang memadamkan lampu itu selain Umar?

Dikutip dari Siyar A’lam al-Nubala karya Syamsuddin al-Dzahabi jilid 5 halaman 136 dan Sirah Umar ibn Abdil Aziz karya Ibn al-Jauzi halaman 79 dan 80

Sadeng 31 Maret 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan

Artikel Terkait

Arsip