ELEKTABILITAS YANG SEDIKIT KALAHKAN ELEKTABILITAS YANG BANYAK DENGAN IDZIN ALLAH

ELEKTABILITAS YANG SEDIKIT KALAHKAN ELEKTABILITAS YANG BANYAK DENGAN IDZIN ALLAH
Oleh: @deden_mm

Surah al-Baqarah ayat 248 tentang kemenangan pasukan Thalut yang sedikit atas pasukan Jalut yang banyak mengingatkan:

“Betapa banyak pasukan yang sedikit mengalahkan pasukan yang banyak dengan idzin Allah…”

Sebelumnya saya bingung pesan apa yang hendak disampaikan ayat ini dalam demokrasi yang menganut asas yang terbanyak yang menang. Bisakah yang sedikit mengalahkan yang banyak dalam demokrasi?

Tapi, setelah saya melihat di media tentang elektabilitas pasangan calon berdasarkan survei lembaga-lembaga survei, saya menjadi mengerti bisa saja yang dimaksud pasukan sedikit adalah kubu yang secara survei elektabilitas calonnya rendah, sedang pasukan yang banyak adalah kubu yang elektabilitas calonnya tinggi.

Hasil survei ini dijadikan ukuran kemenangan. Gagah. Tampil memberikan kekuatan yang besar dan siap bertarung. Tapi, kadang menjadi pemicu sombong. Bahkan, seakan berubah menjadi berhala yang disembah para pemujanya.

Ayat ini mengingatkan kepada yang katanya elektabilitasnya tinggi itu, betapa banyak kubu yang berdasarkan survei elektabilitas calonnya rendah mengalahkan kubu yang elektabilitas calonnya tinggi dengan idzin Allah.

Fokus ke kalimat “dengan idzin Allah.” Yakni, menang dan kalah bukan soal tinggi dan rendahnya elektabilitas calon tapi soal kepada siapa Allah berikan pertolongan-Nya.

Mari layakkan kita mendapatkan pertolongan Allah dengan pemilu yang bersih dari dosa-dosa dan mensholehkan kita.

BSD, 31 Maret 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan

Artikel Terkait

Arsip