KAMBING YANG YATIM

KAMBING YANG YATIM
Oleh: @deden_mm

Kekejaman Firaun terhadap Bani Israil makin menjadi-jadi. Telah berlalu sepuluh tahun Nabi Musa berdoa kepada Allah meminta Firaun dibinasakan. Tapi, Allah tak kunjung merealisasikan ijabahnya.Nabi Musa, dalam munajatnya, bertanya kepada Allah Swt.:

“Ya Rabb, Engkau telah berjanji, dan janji Engkau itu benar. Bahwa, Engkau akan binasakan Firaun. Tapi, setelah sepuluh tahun aku berdoa, Firaun semakin kuat dan kejam.”

Lalu, malaikat Jibril datang membawa pesan dari Allah kepada Nabi Musa. Bahwa, ijabah dari Allah itu akan diberikan setelah Nabi Musa berdoa empat puluh tahun. Berarti, masih tiga puluh tahun lagi untuk Firaun binasa.

“Masih lama,” fikir Nabi Musa. Lalu, Nabi Musa masuk ke hutan dan menemukan anak kambing yang tengah mengembek kesakitan.

“Di mana ayahmu, wahai anak kambing,” Nabi Musa bertanya seraya menghampiri.

“Ayahku sudah tiada,” jawab anak kambing.

“Ibumu?,” tanya Nabi Musa lagi.

“Juga sudah tidak ada,” jawab anak kambing.

Rupanya anak kambing itu yatim piatu. Nabi Musa terenyuh dan spontan berkeinginan merawat anak kambing itu. Tapi, ternyata anak kambing itu ada pemiliknya. Dan, sang pemilik menolak memberikannya.

Tanpa fikir panjang Nabi Musa langsung membayar anak kambing itu dengan emas segenggam tangan. Dan, sang pemilik tak menolak lagi.

Tiba-tiba malaikat Jibril turun menemui Nabi Musa yang tengah bersama anak kambing.

“Ada apa, ya Jibril, engkau datang tiba-tiba?,” tanya Nabi Musa.

“Aku diperintahkan oleh Allah untuk mengabarkan kepadamu, bahwa ijabah doamu disegerakan. Binasanya Firaun tinggal tiga hari lagi. Bukan tiga puluh tahun lagi.”

“Apa sebabnya?,” tanya Nabi Musa.

“Karena kamu menyayangi anak kambing yang yatim itu,” jawab malaikat Jibril.

Firaun dan tentaranya pun binasa tenggelam di laut merah pada tanggal 10 Muharram. Dan, Nabi Musa beserta Bani Israil selamat dari kekejaman Firaun dan tentaranya.

Diriwayatkan kepada saya oleh al-mujîz Tuan Guru Haji Lalu Turmudzi Badaruddin

Bagu, 9 Muharram 1441, 9 September 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan