DAN JANGAN MENCELA DIRIMU

DAN JANGAN MENCELA DIRIMU
(Tafsir Surah al-Hujurat Ayat 11 Bagian 3)
Oleh: @deden_mm

Allah Saw. berfirman:
وَلاَ تَلْمِزُا أَنْفُسَكُمْ
…Dan janganlah kamu mencela dirimu…

Al-Lamz (اللَّمْزُ) adalah mencela dengan kata-kata. Hal ini bukan berarti yang dilarang hanya mencela dengan kata-kata. Tetapi karena biasanya memang lidah lebih mudah tergelincir.

Yang dimaksud “mencela dirimu” bukanlah mencela diri sendiri tapi mencela orang lain. Disebut mencela diri sendiri karena umat muslim ibarat satu tubuh.

Jika seseorang tidak senang dicela maka mestinya juga harus tidak senang mencela. Dan mencela orang lain menunjukan yang tercela adalah yang mencela, bukan yang dicela.

Ayat ini turun di akhir-akhir risalah untuk membendung perpecahan antar kaum muslimin di kemudian hari setelah Rasulullah Saw wafat dan tak ada lagi ayat yang turun.

Al-Lamz (اللَّمْزُ) memang mecela dengan lisan. Tapi tidak identik dengan lisan sepenuhnya secara langsung. Karena celaan dengan lisan langsung disebut al-hamz (الهَمْزُ). Pelakunya disebut humazah (هُمَزَة) sebagaimana pelaku lamz (لَمْز) disebut lumazah (لُمَزَة).

Sejak pertama kali turun surah al-Humazah di Makkah tak seorang pun mukmin yang mencela kepada siapapun. Termasuk kepada non muslim. Apalagi kepada sesama mukmin. Karena humazah dan lumazah adalah ciri tak beriman.

Dalam surah al-Taubah ayat 58 dan 79 perbuatan al-Lamz (اللَّمْز) mulai dilakukan di Madinah oleh orang-orang munafiq pimpinan Abdullah bin Ubay terhadap Rasulullah Saw dan orang-orang mukmin terkait kewajiban zakat.

Adalah aneh kalau kemudian ada kalimat lamz (لَمْز) keluar dari seorang mukmin. Terlebih kepada sesama mukmin. Turunnya larangan melakukan al-lamz (اللَّمْز) kepada sesama muslim di akhir risalah adalah isyarat keras dari Allah Swt agar muslimin selamat dari menjadi generasi pencela.

Dan ini benar. Kita sekarang tak sulit lagi menjelaskan pengertian lamz (اللَّمْز) yang tak langsung dan tak selalu kata sebagaimana dikemukakan Abu al-Aliyah, Hasan al-Bashri, ‘Atha bin Abu Rabah, Sufyan al-Tauari dan Ibn Kaisan.

Lamz sekarang bisa berupa tulisan, rekaman suara dan rekeman video. Ada lagi lamz (لَمْز) yang bukan lisan juga bukan tulisan. Tapi berupa gambar, meme, imoji, dan simbol-simbol lainnya.

Menyiarkannya pun tak langsung. Tapi lebih cepat menyebarnya. Yaitu melalui akun-akun media sosial seperti Wathsapp, Instagram, Facebook, Youtube, Twitter, dan lain-lain.

Dan hanya iman yang mampu menghentikan peradaban lamz. Oleh karenanya, surah al-Hujurat ayat 11 ini dibuka dengan “wahai orang-orang yang beriman.”

Sadeng, 13 November 2018
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan