DEBAT

DEBAT

1. Ibnu Abbas (w. 68 H.)
Janganlah berdebat dengan saudaramu karena debat tidak dapat difahami hikmahnya dan tidak dapat dihindari bahayanya.

2. Abu Dzar (w. 32 H.)
Di antara bukti memiliki hakikat iman adalah meninggalkan perdebatan walau benar.

3. Abu Darda (w. 32 H.)
Cukuplah dosa itu kamu terus menerus berdebat.

4. Ibn Umar (w. 73 H.)
Seseorang tidak akan sampai kepada hakikat iman sehingga dia meninggalkan perdebatan padahal tahu dirinya benar, dan sehingga dia tidak berbohong walau saat bercanda.

5. Muadz bin Jabal (w. 18 H.)
Jika kamu mencintai saudaramu maka janganlah mendebatnya.

6. Malik bin Anas (w. 179 H.)
Berdebat menyebabkan hati keras dan mewariskan dendam.

7. Ibn Abi Laila (w. 83 H.)
Janganlah berdebat dengan saudaramu, karena debat tidak mendatangkan kebaikan.

8. Bilal bin Sa’d (w. 111 H.)
Jika kamu melihat orang banyak bicara berdebat dan menganggap hebat pikirannya maka telah sempurna kerugiannya.

9. Imam al-Syafii (w. 204 H.)
Berdebat dalam masalah ilmu mengeraskan hati dan mewariskan dendam.

10. Muslim bin Yasar (w. 101 H.)
Hati-hati dengan berdebat karena berdebat adalah waktu bodohnya orang alim. Dalam debat, setan hendak mencari-cari celah untuk menggelincirkannya.

11. Ahmad bin Hanbal (w. 241 H.)
Dan janganlah kamu belajar tentang debat

12. Muhammad bin Husain (w. 360 H.)
Di antara sifat orang bodoh adalah berdebat, bertengkar, dan saling mengalahkan.

13. Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H.)
Kami tidak pernah melihat ada ulama yang berdebat.

Orang mukmin itu saling memberi tahu bukan saling mendebat. Menebarkan hikmah Allah. Jika diterima maka memuji Allah dan jika ditolak maka tetap memuji Allah.

14. Abdullah bin Hasan (w. 143 H.)
Debat adalah selendang kemarahan. Allah akan menghinakan akal yang mendatangkan kemarahan.

15. Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H.)
Sunggah amat bahagia orang yang dijaga dari debat, marah, dan tamak.

16. Al-Auza’i (w. 157 H.)
Jika Allah menghadaki buruk pada suatu kaum maka Dia akan mengikatkan perdebatan pada mereka dan menahan mereka dari amal.

Sadeng, 18 Januari 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan