KALAH KARENA TIDAK IKHLAS

KALAH KARENA TIDAK IKHLAS
Oleh: @deden_mm

Sebuah pohon besar telah memalingkan penduduk desa dari tauhid karena ada penunggunya. Yaitu, jin yang selalu mengganggu mereka, kecuali jika mereka memberi persembahan dan sesajen. Mereka pun jadi meminta pertolongan kepadanya.

Dua orang sholeh bergegas datang ke desa dengan niat hendak menebang pohon syirik tersebut sekaligus membuktikan kepada penduduk bahwa pohon berserta penunggunya tidak dapat memberikan manfaat dan mudarat.

Suasana mistis begitu terasa saat mereka mendekati area pohon untuk menggergajinya. Tiba-tiba, benar, muncullah jin penunggu pohon itu dengan wujud besar dan seram menghadang mereka.

Mereka tak takut melawan jin penunggu pohon walau bertubuh raksasa. Pertarungan sengit pun terjadi anatara dua orang sholeh dan jin penunggu pohon dalam durasi yang cukup lama. Lalu, jin pun kalah.

“Aku menyerah,” kata jin penunggu pohon minta ampun.

“Aku berjanji akan pergi dari sini dan tidak akan mengganggu penduduk lagi. Tapi, tolong, jangan tebang pohon ini,” pinta Jin memelas.

“Tidak. Kami akan tetap menebangnya, karena pohon inj telah menjadi sebab syiriknya penduduk,” jawab orang sholeh.

“Coba pertimbangkan kembali dengan hati yang jernih. Tujuan kalian adalah menghentikan penduduk dari syirik. Dengan kalahnya aku, dan perginya aku dari sini, maka syirik mereka berakhir tanpa harus menebang pohon ini,” rayu sang Jin.

Dua orang sholeh mulai berfikir untuk mengurungkan niat menebang pohon.

“Akj janji, selain aku akan pergi, sabagai ihsan dariku, kalian karena telah melepaskanku dan tidak menembah pohon ini, aku akan kirimkan sejumlah dinar setiap kalian selesai shalat di balik sajadah,” janji Jin.

Mereka sepakat dengan Jin. Dan, bener, penduduk desa menjadi tenang. Tidak diganggu lagi, terlebih setelah cerita kalahnya Jin tersebar di seantero desa. Jin pun menepati janjinya memberikan sejumlah dinar di bawah sajadah mereka setiap kali selesai shalat.

Lalu, setelah tiga hari, Jin menginkari janjinya. Sejumlah dinar yang biasanya selalu ada di balik sajadah setiap kali selesai shalat pun tidak ada. Dan, Jin pun mulai mengganggu penduduk lagi. Mereka merasa ditipun dan langsung bergegas kembali membawa gerjaji untuk menebang pohon dan kali ini tidak akan memberi ampun pada Jin.

Ternyata Jin sudah siap-siap untuk menghadang di depan pohon. Pertarungan sengit pun terjadi lagi. Dan, kali ini, giliran Jin yang menang.

“Hentikan, Jin. Kami menyerah. Tapi, karena kami kemerin mengampuni kamu, maka sekarang kami pinta kamu mengampuni kami. Biar impas,” pintu dua orang sholeh.

Jin mengabulkan permintaan mereka.

“Tapi, Jin. Mengapa kemarin kami begitu mudah mengalahkanmu sedang sekarang kamu begitu mudah mengalahkan kami?,” tanya mereka.

“Ha.. ha.. ha… Itu karena, ketika kemarin kamu datang kesini untuk menebang pohon semata-mata ikhlas karena Allah, tapi sekarang kamu datang ke sini karena tidak dikasih dinar lagi,” jawab Jin lugas.

Sadeng, 24 Januari 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan

Artikel Terkait

Arsip