KETIKA DEDDY CORBUZIER MENYENTUH AL-QURAN

KETIKA DEDDY CORBUZIER MENYENTUH AL-QURAN
Oleh: @deden_mm

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Hitam Putih Trans Tujuh yang telah mempersembahkan tayangan “Teladan Pecinta Al-Quran” dengan menghadirkan hafizh Quran inspiratif di hari Maulid Nabi, Selasa, 20 November 2018 kemarin.

Saya alhamdulillah bisa hadir untuk memberi suport kepada Ahmad dan Kamil sebagai penguji hafalan Quran mereka yang ajaib. Yang bukan sekadar hafal ayatnya tapi juga hafal nomor ayat, nama surat, nomor surat, nomor halaman, nomor baris, dan posisinya. Bisa baca mundur, baca acak dan jungkir balik. Juga dapat menebak ayat pada halaman setelah atau sebelumnya. Meski melompat sangat jauh. Dan meski setelah dimajumundurkan berulang kali dengan rumit.

Untuk lebih membuktikan tidak ada kompromi antara saya dengan Ahmad dan Kamil, Deddy Corbuzier sebagai host yang tengah terbius perasaan takjub dan penasaran akan kehebatan hafalan Ahmad dan Kamil turun langsung mengacak dan menunjuk halaman Al-Quran yang salah satu kata dari ayatnya nanti kemudian akan menjadi awal pertanyaan saya ke Ahmad dan Kamil.

Ketika Deddy Corbuzier mendekati saya dan mengacungkan jari telunjuknya ke punggung lembaran mushaf Al-Quran yang saya pegang maka sebenarnya saya sempat sedikit ragu. Tapi saya tepis keraguan itu dan tetap membiarkan jari telunjuk Deddy Corbuzier menyentuh dan masuk ke sela-sela halaman yang dipilihnya secara acak itu.

Tentang menyentuh Al-Quran bagi non muslim sudah ada jawabannya dari para ulama. Yaitu ada yang mengharamkan karena takut menjadi terhinakan. Ini merupakan qaul mayoritas ulama. Dan ada yang membolehkan selama diketahui tidak akan menjadi terhinakan. Yaitu pendapat Said bin Jubair (w. 95 H.), al-Hakam bin ‘Utaibah (w. 115 H.), Hammad bin Abu Sulaiman (w. 120 H.), dan Daud al-Zhahiri (w. 270 H.).

Keraguan saya karena terlintas di fikiran saya khawatir ada pemirsa atau penonton yang belum siap melihat Deddy Corbuzier menyentuh Al-Quran karena sangat ketatnya berpegang kepada pendapat ulama yang mengharamkan sementara belum mengetahui ada pendapat ulama yang membolehkan.

Betapa mushaf Al-Quran punya aturan khusus untuk disentuh. Bukan hanya bagi non muslim saja tapi juga bagi yang muslim. Ada aturannya. Dalam madzhab Syafii khususnya orang yang menyentuh mushaf Al-Quran diwajibkan punya wudhu dan bersih dari hadats junub, haid, dan nifas. Dan karena pengetahuan itu pula saya mengidzinkan Deddy Corbuzeir menyentuh mushhaf Al-Quran.

Deddy Corbuzier, atau disapa mas Deddy, yang saya tahu, adalah orang yang menghormati Al-Quran. Rasional. Dan dia tidak mencela Agama yang bukan Agamanya. Dia menyentuh Al-Quran hanya karena semata-mata terdorong rasa takjub kepada hafizh Quran yang luar biasa. Bukan untuk tujuan lain. Apalagi untuk tujuan yang tidak baik. Sangat tidak.

Seorang ahli tafsir Al-Quran dari kalangan tabiin dan murid Ibnu Abbas bernama Sa’id bin Jubair (w. 95 H.) menyerahkan mushaf Al-Quran kepada seorang anak muda yang beragama Zoroaster (Majusi) untuk dipegang. Tentu karena Said bin Jubair (w. 95 H.) tahu bahwa sentuhan tangan pemuda Majusi tersebut tidak akan menodai Al-Quran sebagaimana dikutip oleh imam Badruddin al-‘Aini al-Hanafi (w. 855 H.) dalam kitab al-Binayah jilid 1 halaman 649.

Demikian pula Rasulullah Saw, dari sekitar 15 surat yang beliau kirim kepada para raja ada surat yang di dalamnya memuat ayat Al-Quran. Yaitu surat untuk kaisar Romawi, Heraklius yang memuat surah Ali Imran ayat 64. Hal ini bukan saja karena ayat tersebut tidak ditulis sebagai bacaan Al-Quran tapi juga karena beliau mengetahui Heraklius tidak akan menodainya. Dan demikianlah kenyataannya saat surat itu sampai ke tangan Heraklius.

Demikian. Wallahu A’lam…
Sadeng, 21 November 2018
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan