MEMBASUH KAKI

MEMBASUH KAKI

فصل: ثم يغسلَ رجلَيهِ وهو فرضٌ لما رَوى جابرٌ قال: أمرَنا رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إذا توضَأْنا أن نغسلَ أرجُلَنا ويجبُ إدخالُ الكعبَينِ في الغسلِ لقولِه تعالى {وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ} [المائدة:6] قال أهلُ التفسيرِ: معَ الكعبَين والكعبانِ هما العظمانِ الناتئانِ عندَ مفصلِ الساقِ والقدمِ، والدليلُ عليه ما رَوى النعمانُ بن بشيرٍ أنّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم أقبلَ علينا بوجْهِه وقال: أقيموا صفوفَكم فلقد رأيتُ الرجلَ منا يُلصِقُ كعبَه بِكعبِ صاحبِه ومنكبَه بمنكبِه فدلَّ على أن الكعبَ ما قُلْناهُ، ويُستحبُّ أن يبدأَ بِاليُمنى قبلَ اليُسرى لما ذكرْناهُ في اليدِ، فإن كانت أصابعُه منفرجةً فالمستحبُّ أن يُخَلِّلَ بينَ أصابِعِه لقولِه صلى الله عليه وسلم للقيطٍ بنِ صبرةَ خلِّلْ بينَ الأصابعِ، وإن كانت ملتفَّةً لا يصلُ الماءُ إليها إلاَّ بالتخليلِ وجبَ التخليلُ لقوله صلى الله عليه وسلم: خلِّلُوا بينَ أصابعِكم لا يخلِّلْ اللهُ بينها بالنارِ، والمستحبُّ أن يغسلَ فوقَ المِرفقَينِ وفوقَ الكعبَينِ لقولِه صلى الله عليه وسلم: تأتي أمّتي يومَ القيامةِ غُرّاً مُحَجَّلِينَ مِن آثارِ الوضوءِ فمن استطاعَ أن يُطيلَ غُرتَه فليفعلْ،

Fasal: Kemudian membasuh dua kali. Dan merupakan Fardhu Wudhu. Karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Jabir (w. 78 H.). Jabir berkata: “Rasulullah Saw memerintahkan kepada kami agar ketika kami berwudhu kami membasuh kaki-kaki kami (HR. al-Daruquthni). Wajib memasukan mata kaki kedalam bagian yanh wajib dibasuh. Karena ada firman Allah:

وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ [المائدة:6]

… dan (basuhlah) kaki kamu sampai kedua mata kaki (QS al-Maidah, 6)

Ahli Tafsir berkata: “(Yang dimaksud dengang kata “sampai”) adalah “bersama.” Yakni, basuhlah kakimu bersama mata kakinya.

Mata kaki adalah dua tulang yang menyembul pada pergelangan kaki. Yaitu pada pemisah antara betis dan telapak kaki. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nu‘man bin Basyir (w. 65 H.). Nu‘man berkata: “Rasulullah Saw menghadapkan wajahnya kepada kami lalu berkata: ‘Tegakkanlah shaf-shaf kamu.’ Lalu aku melihat sebagian dari kami merapatkan mata kakinya kepada mata kaki sebagian yang lain, dan merapatkan pundanya ke pundak yang lain (HR Abu Daud, al-Baihaqi).” Ini membuktikan bahwa mata kaki adalah tulang yang menyembul di pergelangan kaki.

Disunnahkan memulai dengan kaki kanan sebelum kaki kiri sebagaimana telah disebutkan haditsnya pada pembahasan membasuh tangan.

Jika jari-jari kakinya terbuka (renggang, atau tidak saling menempel rapat) maka disunnahkan menyelang sela-selanya dengan jari tanga. Karena Rasulullah Saw berkata kepada Laqith bin Shabrah: “Selanglah sela-sela jari-mu.” Dan jika jari-jari kakinya rapat sehingga tidak dapat sampai air ke sela-selannya maka menyang-nyelangnya dengan jari tangah menjadi wajib. Karena Rasulullah Saw bersabda: “Selahlah sela-sela jarimu niscaya Allah tidak akan menyelah sela-selanya dengan api neraka (HR al-Daruquthni).”

Disunnahkan membasuh melebihi sikut saat membasuh tangan dan melebih mata kaki saat membasuh kaki. Karena Rasulullah Saw bersabda: “Umatku datang pada hari Kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang putih bercahaya dari tapak wudhu. Barangsiapa yang mampu memanjangkan cahayanya maka lakukanlah (HR al-Bukhari dan Muslim).”

 

Bagikan