PESAN-PESAN ABU THALIB (1)

PESAN-PESAN ABU THALIB (1)

بَابٌ: أخرجَ أبو نعيمٍ من طَرِيقِ ابْنِ عونٍ عَن عَمْرِو بنِ سعيدٍ، قَالَ: جَاءَ يهودُ إِلَى أبي طَالبٍ يشْتَرونَ مِنْهُ مَتَاعًا فَدخلَ عَلَيْهِم النَّبِيُّ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَهُوَ غُلَامٌ فَلَمَّا بصرُوا بِهِ تركُوا مَا كَانُوا فِيهِ وَخَرجُوا هاربِينَ، فَقَالَ أَبُو طَالبٍ لرجلٍ عِنْدَه اذْهَبْ فعارِضْهم من مَوضِعِ كَذَا وَكَذَا، فَإِذا لقُوك فَاضْرِبْ بِإِحْدَى يَدَيك على الْأُخْرَى وَقُلْ رَأَيْتُ الْعجبَ كلَّ الْعجبِ وَانْظُرْ مَاذَا يردُّون عَلَيْك فَذهبَ فَفعلَ، فَقَالَ الْيَهُودُ وَأيُّ عجبٍ رَأَيْتَ قد رَأينَا نَحن أعجبَ مِمَّا رَأَيْتَ، قَالَ وَأيُّ شَيْءٍ رَأَيْتُمْ، قَالُوا رَأينَا السَّاعَة مُحَمَّدًا يمشِي على وَجهِ الأَرْضِ، بَاب: وَأخرجَ ابْنُ عَسَاكِرَ عَن أبي الزِّنَادِ قَالَ اصطرعَ أَبُو طَالبٍ وَأَبُو لَهبٍ فصرعَ أَبُو لَهبٍ أَبَا طَالبٍ وَجلسَ على صَدرِه فَمدَّ النَّبِيُّ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم بذُؤابةِ أبي لَهبٍ وَالنَّبِيُّ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يَوْمئِذٍ غُلَامٌ، فَقَالَ لَهُ أَبُو لَهبٍ أَنا عمُّك وَهُوَ عمُّك فَلِمَ أَعَنْتَهُ عَليَّ، قَالَ: لِأَنَّهُ أحبُّ إِلَيّ مِنْكَ، فَمِن يَوْمِئِذٍ عادَى أَبُو لَهبٍ النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم واختبأَ لَهُ هَذَا الْكَلَامَ فِي نَفسِه
Abu Nu‘amin (w. 430 H.) mengemukakan riwayat melalui jalur Ibnu ‘Aun (w. 151 H.) dari ‘Amr bin Sa‘id (w. 70 H.). Ia berkata: Yahudi datang kepada Abu Thalib untuk membeli barang. Lalu Rasulullah Saw datang kepada mereka. Saat itu beliau masih kecil. Ketika mereka melihat beliau langsung mereka meninggalkan apa yang sedang mereka lakukan. Mereka keluar kabur. Abu Thalib kerkata kepada seorang di sampingnya: “Pergilah. Hadang mereka dari tempat ini dan ini. Jika mereka menemuimu maka tepuk-tepukkan tangamu dan berkata: Aku kaget dengan sebenar-benarnya kaget. Tunggu apa jawaban mereka.” Orang itu pun pergi dan melakukan apa yang dikatakan Abu Thalib. Yahudi berkata: “Apa yang kamu kagetkan? Kami telah meihat yang lebih mengagetkan dari apa yang kamu lihat dari kami.” Ia berkata: “Apa yang membuatmu kaget?” Mereka berkata: “Kami melihat saat ini Muhammad Saw sedang berjalan di muka bumi.” Ibn Asakir (w. 571 H.) mengemukakan riwayat dari Abu al-Zinad (w. 130 H.). Ia berkata: Abu Thalib bergulat dengan Abu Lahab. Lalu Abu Lahab berhasil mendorong dan menjatuhkan Abu Thalib dan duduk di atas dadanya. Lalu Rasulullah Saw yang saat itu masih kecil menjambak rambut bagi depan dari Abu Lahab. Abu Lajab berkata: “Aku pamanmu dan doa pamanmu. Mengapa kamu membantunya mengalahkanku.” Rasulullah Saw berkata: “Karena dia lebih aku cintai darimu.” Sejak saat itu Abu Lahab memusuhi beliau dan menyimpan jawaban Rasulullah Saw itu dalam hatinya.

Bagikan