TAUBAT NASIONAL: MUROJAAH UNTUK NEGERI

TAUBAT NASIONAL: MUROJAAH UNTUK NEGERI

Oleh: @deden-mm

Hari Ahad tanggal 18 November 2018 jam 16:30-17:30 akan menjadi saksi taubatnya negeri ini untuk keluar dari segala yang tengah melandanya menuju negeri subur-makmur yang mendapat ampunan dari Allah (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur).

Rasulullah Saw bersabda kepada sayidina Ali bin Abu Thalib: “Ingatlah. Benar-benar akan terjadi bencana.” Ali bin Abu Thalib berkata: “Apa jalan keluarnya?” Beliau menjawab: “Kitab Allah (Al-Quran).”

Hari ini Indonesia hari telah memiliki banyak para penjaga Al-Quran. Sekurang-kurangnya telah tersebar 30 ribu hafizh dari Aceh hingga Papua. Tentu akan ada perubahan yang besar jika mereka dalam waktu yang bersamaan memimpin taubat bangsa ini dengan murojaah Al-Quran.

Indonesia akan keluar dari bencana alam, bencana sosial, bencana akhlak dan bencana-bencana lain yang kerap dan terus mengancamnya.

Di hari miladnya yang ke 2, Indonesia Murojaah, sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi para hafizh Al-Quran seluruh Indonesia, mengajak bangsa ini untuk bertaubat secara Nasional dengan murojaah Al-Quran serentak di 34 provinsi dari jam 16:30 sampai 17:30 yang berpusat di masjid Istiqlal, Jkarta.

Masing-masing provinsi membaca satu juz dengan formasi mengurut dari Aceh sampai Papua. Yakni Aceh membaca juz 1, Sumatra Utara membaca juz 2, dan seterusnya. Jakarta sendiri, yaitu yang berpusat di Masjid Istiqlal, kebagian membaca juz 11, Jawa Barat juz 12, dan Banten juz 13.

Taubat Nasional ini untuk semua orang. Tinggal membaca juz provinsinya. Lalu silahkan bergabung ke Istiqlal atau ke tempat-tempat penyelenggaraan di setiap provinsi. Seperti lembaga-lembaga tahfizh, pesantren-pesantren, majlis-majlis, masjid-masjid, dan tempat-tempat pengajian lainnya.

Dapat pula membaca sendiri-sendiri di tempat masing-masing di mana saja berada. Bahkan yang belum bisa mebaca pun bisa ikut dengan datang ke tempat murojaah terdekat untuk mendengarkan. Agar bangsa ini larut bersama Kitab Allah dan melupakan ramainya berita-berita tentang negeri ini yang panas. Karena kita tidak tahu siapa dari doa kita yang paling diijbah oleh Allah.

Sadeng, 16 November 2018
Deden Muhammad Makhyaruddin

Bagikan