ULANG TAHUN DALAM AL-QURAN

ULANG TAHUN DALAM AL-QURAN
Oleh: @deden_mm

Besok, Ahad 14 Oktober 2018, adalah hari ulang tahun yang ke 4 untuk anak saya yang kedua, Zahid Ahmed Najaba. Semoga Allah menjadikannya “dzurriyyah thayyibah” dan “qurrah a’yun” (penyejuk hati) bagi kedua orangtuanya di dunia dan akhirat.

Banyak yang bertanya ke saya tentang ulang tahun. Apakah ada dalam Al-Quran atau tidak? Saya, dengan tegas, menjawab ada.

Simak penggalan surah al-Ahqaf ayat 15:

…حَتّٰى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدِيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيّّتِي، إِنِّي تُبْتُ إِلَيكَ وَإنِّي مِنَ المُسْلِمِينَ

… Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun maka dia berdoa: “Rabb, berilah aku petunjuk agar dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku berbuat amal sholeh yang Engkau ridhoi, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku, sungguh aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang muslim.”

Sampai ke umur empat puluh tahun tak lain maksudnya adalah ulang tahun yang keempat puluh. Dan, dengan gamblang, ayat ini menyatakan ada yang dilakukan oleh orang yang sholeh di usianya yang ke 40. Yaitu berdoa meminta diberikan petunjuk untuk mensyukuri limpahan nikmat. Ini adalah tentang cara ulang tahunnya orang yang sholeh.

Yakni, betapa orang sholeh yang dikisahkan ayat ini sangat menghargai setiap pase umurnya. Karena umur manusia adalah rangkaian nikmat Allah yang tak terputus. Bukan hanya pada ulang tahunnya yang keempat puluh. Tapi setiap tahun. Yakni baik di ulang tahun setelah empat puluh maupun ulang tahun sebelumnya.

Usia manusia yang melewati rangkaian detik, menit, jam, hari, pekan, dan bulan, dihitung pengulanganya dalam Al-Quran dengan tahun. Tidak dengan bulan atau dengan periode waktu lain. Kecuali usia kandungan. Yang dipergunakan adalah bulan. Namun berakhir dengan melahirkan.

Usia menyusui disebutkan dengan dua tahun yang sempurna (حَولَينِ كَامِلَينِ) sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 233. Haul (حول) artinya satu tahun utuh atau ulang tahun. Haulain (حَولَينِ) berati ulang tahun yang kedua. Yaitu tahun menyapih. Surah Luqman ayat 13: “… dan menyapihnya dua tahun (فِي عَامَينِ).”

Nikmat Allah pada manusia puncaknya terjadi pada hari ulang tahunnya. Orangtua yang sholeh tidak akan melalukannya begitu saja tanpa doa dan ungkapan rasa syukur. Demikian pula anak yang sholeh dalam ayat ini, ketika telah dewasa tidak melewatkannya tanpa ungkapan rasa syukur atas segala limpahan nikmat yang telah diberikan kepadanya dan kedua orangtuannya.

Usia dua tahun sampai usia bulugh al-asyudd adalah pase thufulah (الطُّفُولَة). Pase tarbiyah dan pengasuhan orangtua. Ada usia tamyiz. Ada usia wajib diperintah shalat. Yaitu 7 tahun. Ada usia wajib diberikan hukuman ketika tidak shalat. Yaitu usia 10 tahun. Semua pase tarbiyah dan pengasuhan orangtua dihitung dengan tahun. Sampai menginjak usia bulub al-asyudd (بُلُوغُ الأَشُدّ).

Bulugh al-asyudd dalam surah al-Ahqaf ayat 15 diterjemahkan dengan “dewasa.” Para ahli mengukurnya dengan usia. Imam Malik (w. 179 H.) mengatakan bulugh al-asyud adalah usia baligh. Imam al-Syafii (w. 204 H.) menetapkan ciri baligh dengan umur 15 tahun, atau “ihtilam” dan haid pada anak perempuan dengan usia minimum 9 tahun.

Imam al-Kalbi (w. 146 H.) mengatakan, bulugh al-asyud adalah dari usia 18 sampai 30 tahun. Imam al-Dhahhak (w. 101 H.) mengatakan, usia 20 tahun. Imam al-Suddi (w. 127 H.) mengatakan, usia 30 tahun. Dan imam Mujahid bin Jabar (w. 104 H.) mengatakan, usia 33 tahun. Terlihat dengan jelas betapa penting mengingat hari ulang tahun untuk mengetahui pase-pase ini dan menysyukuri nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung.

Hari lahir adalah hari dalam Al-Quran yang diberikan “ucapan selamat” paling pertama. Surah Maryam ayat 15: “Salam sejahtera untuknya (Nabi Yahya) pada hari dia dilahirkan.” Juga surah Maryam ayat 33 menghikayatkan ucapan nabi Isa yang masih bayi di pangkuan ibunya: “Salam sejahtera untukku pada hari aku dilahirkan.” Mungkin bahasa yang lazim diucapakan zaman sekarang adalah “happy birthday” atau “selamat ulang tahun.”

Doa terbaik yang diucapkan pada hari ulang tahun adalah seperti yang terdapat dalam surah al-Ahqaf ayat 15 di atas. Dan, terakhir, penting untuk diingatkan bahwa ulang tahun yang benar adalah berupa ucapan selamat dan doa untuk masa depan yang lebih bahagia serta rangkaian amal shaleh dan ungkapan rasa syukur atas limpahan nikmat yang telah diberikan. Bukan dengan kegiatan yang berbau maksiat, mubadzir, atau merusak akidah.

Perhatikan surah al-Ahqaf ayat 16 berikutnya bagaimana Allah memberikan balasan bagi orang sholeh yang tak pernah lupa dengan setiap pase usianya yang dihitung berdasarakan pengulangan tahun:

“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal terbaiknya dan Kami lepaskan keburukan-keburukannya bersama para ahli surga. Inilah janji yang benar yang dijanjikan kepada mereka.”

Sadeng, 13 Oktober 2018
Deden Muhammad Makhyaruddin

(Visited 583 times, 55 visits today)
Bagikan