ABU THALIB MEMINTA HUJAN DENGAN MUHAMMAD

ABU THALIB MEMINTA HUJAN DENGAN MUHAMMAD

بَابُ استسقاءِ أبي طَالبٍ بِهِ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم

أخْرَجَ ابْنُ عَسَاكِرَ فِي تَارِيخِه عَن جُلهمةَ بنُ عُرفُطةَ قَالَ قدِمْتُ مَكَّةَ وهُم فِي قُحطٍ فَقَالَتْ قُرَيْشٌ يَا أبا طَالبَ أقحطَ الْوَاديَ وأجدبَ الْعِيَالَ فَهَلُمَّ واستسقِ فَخرجَ أبو طَالبٍ وَمَعَهُ غُلَامٌ كَأَنَّهُ شمسُ دُجُنٍّ تجلّتْ عَنهُ سَحَابَةٌ قَتْمَاءُ وَحَولَهُ أُغَيلِمَةٌ فَأَخذَهُ أبو طَالبٍ فَأَلْصقَ ظَهرَه بِالْكَعْبَةِ ولاذَ بإصبعِه الْغُلَامُ وَمَا فِي السَّمَاءِ قَزَعَةٌ فَأقبلَ السَّحَاب من هَا هُنَا وَهَا هُنَا وأغدقَ وأغدَودَقَ وانفجرَ لَهُ الْوَادي وأخصبَ البادِي والنادِي فَفِي ذَلِك يَقُولُ أَبُو طَالبٍ

(وأبيضَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ … ثِمالِ الْيَتَامَى عصمَةٍ للأراملِ)

(يلوذُ بِهِ الْهُلّاك ُمن آلِ هَاشمِ … فهُمْ عِنْدَه فِي نعْمَةٍ وفواضلِ)

Bab Abu Thalib meminta hujan dengan Rasulullah Saw

Ibnu Asakir (w. 571 H.) dalam kitab Târikh-nya mengemukakan sebuah riwayat dari Julhamah bin ‘Urfuthah. Ia berkata: Aku datang ke Makkah sementara mereka sedang dalam keadaan peceklik. Lalu orang-orang Quraisy berkata: “Wahai Abu Thalib, lembah sudah tak berair dan para keluarga telah kesusahan. Kemarilah mintakan hujan untuk kami. Abu Thalib keluar. Bersamanya ada seorang anak yang tampak seperti matahari berselimut mendung yang menyingkap awan nan hitam temaram. Di sekelilingnya ada anak-anak kecil. Lalu Abu Thalib mengambil Rasulullah Saw dan menempelkan punggung beliau di Ka‘bah. Lalu Rasulullah Saw kecil mengacungkan telunjuknya ke potongan-potongan awan di langit. Maka awan datang dari berbagai penjuru. Awan pun penuh dengan air dan terus bertambah penuh. Hujan turun mengaliri lembah. Kota dan kampung menjadi subur. Saat itu Abu Thalib menggubah syair:

Dan yang berkulit putih di mana mendung dipinta hujan dengan wajahnya

Tempat berlindung anak-anak yatim dan pembela janda-janda

Padanya berlindung yang hendak binasa dari keluarga Hasyim

Maka mereka di sisinya dalam kenikmatan dan karunia

Bagikan