FIQIH “HAI KAFIR” KEPADA NON MUSLIM

FIQIH “HAI KAFIR” KEPADA NON MUSLIM
Oleh: @deden_mm

Yang pertama kali mengatakan berdosa menyebut kafir kepada non muslim adalah ulama madzhab Hanafi abad ketujuh Hijrah, al-Imam Najm al-Din Mukhtar bin Mahmud al-Zahidi (w. 658 H.) dalam kitab Qunyah al-Munyah li Tatmim al-Ghunyah, sebuah kitab besar tentang fiqih madzhab Hanafi. Kemudian disebut “al-Qunyah.”

Saya tidak mendapatkan kitab al-Qunyah kecuali manuskrip berusia lima abad yang tersimpan di perpustakaan King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia dengan nomor kategori (٢١٦.٤ ق ز) dan nomor umum (٧٣٨٢). Dan, dapat dilihat PDF-nya pada web Makhtota King Saud University.

Pada halaman 115 PDF manuskrip kitab al-Qunyah terdapat kalimat:

لَو قَالَ لِيَهُودِيٍّ أَو مَجُوسِيٍّ يَا كَافِرُ يَأْثَمُ إِنْ شَقَّ عَلَيهِ
Seandainya (orang) mengatakan “hai kafir” kepada yang beragama Yahudi atau Majusi maka dia berdosa jika menyebabkan Yahudi dan Majusi tersebut keberatan.

Lalu, pendapat al-Imam Najm al-Din Mukhtar bin Mahmud al-Zahidi (w. 658 H.) ini dikutip dan sepakati oleh ulama madzhab Hanafi berikutnya, al-Imam Zain al-Din bin Ibrahim bin Muhammad, Ibn Najim al-Mishri al-Hanafi (w. 970 H.) dalam kitab Al-Bahr al-Ra’iq Syarh Kanz al-Daqa’iq.

Pada juz 5 halaman 73 kitab al-Bahr al-Ra’iq terbitan Dar al-Kutub al-Ilmiyah Bairut tahun 1997 terdapat kalimat:

وَفِي القُنْيَةِ مِنْ بَابِ الإِسْتِحْلَالِ وَرَدِّ المَظَالِمِ لَو قَالَ لِيَهُودِيٍّ أَو مَجُوسِيٍّ يَا كَافِرُ يَأْثَمُ إِنْ شَقَّ عَلَيهِ اهـ، وَمُقْتَضَاهُ أنْ يُعَزَّرَ لِارْتِكَابِهِ مَا أَوجَبَ الإِثْمَ
Dan, dalam kitab al-Qunyah dari bab al-Istihlal dan Radd al-Mazhalim: “Seandainya (orang) mengatakan hai kafir kepada yang beragam Yahudi atau Majusi maka dia berdosa jika menyebabkan Yahudi dan Majusi itu keberatan.” Dan, kesimpulanya, pelaku harus diberi hukuman ta’zir karena telah melakukan hal yang menyebabkan dosa.

Dkutip dan disepakati kemudian oleh ulama madzhab Hanafi berikutnya, al-Imam Siraj al-Din Umar bin Ibrahim bin Najim al-Hanafi (w. 1005 H.) dalam kitab Al-Nahr al-Fa’iq Syarh Kanz al-Daqa’iq. Yaitu, sebagaimana dapat dilihat pada juz 3 halaman 167 terbitan Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah tahun 2002:

‎وَفِي القُنْيَةِ قَالَ لِيَهُودِيٍّ أَو مَجُوسِيٍّ يَا كَافِرُ يَأْثَمُ إِنْ شَقَّ عَلَيهِ
Dan, dalam kitab al-Qunyah: “Mengatakan hai kafir kepada seorang yang beragama Yahudi atau Majusi adalah dosa jika menyebabkan Yahudi dan Majusi itu keberatan.”

Kemudian, dikutip dan sepakati lagi oleh al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdurrahamn al-Hanafi al-Hashkafi (w. 1088 H.) dalam kitab al-Durr al-Mukhtar. Ini dapat dilihat pada halaman 319 terbitan Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah tahun 2002:

وَفِي القُنْيَةِ قَالَ لِيَهُودِيٍّ أَو مَجُوسِيٍّ يَا كَافِرُ يَأْثَمُ إِنْ شَقَّ عَلَيهِ,”، وَمُقْتَضَاهُ أنْ يُعَزَّرَ لِارْتِكَابِهِ الإِثْمَ
Dan, dalam kitab al-Qunyah, “Mengatakan hai kafir kepada seorang yang beragama Yahudi atau Majusi adalah dosa jika menyebabkan Yahudi dan Majusi itu keberatan.” Dan, kesimpulannya, pelakunya harus diberi hukuman ta’zir karena melakukan perbuatan dosa.

Demikian. Wallahu A’lam.
Bogor, 2 Maret 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin

Donasi Asrama Murojaah
BCA 2913 30 6236 an Yayasan Indonesia Murojaah
Bersama Wujudkan Mimpi Para Penghafal Quran Indonesia

Bagikan

Artikel Terkait

Arsip