AL-FATEKAH

AL-FATEKAH Oleh: @deden_mm Pidato Presiden yang menyebut surah al-Fatihah dengan al-Fatekah menjadi viral di media sosial. Yakni melafalkan huruf H (ح) dengan huruf K (ك). Demikian pula melafalkan konsonan I dengan E. Hal ini makin mencolok karena diucapakan di hadapan para peserta, pelatih, dan juri MTQ Nasional yang sudah teruji fasih melafalkan huruf-huruf Al-Quran. Bahkan … Continue reading “AL-FATEKAH”

GEMPA DUA PERIODE

GEMPA DUA PERIODE (Tadabbur Surah al-Qamar) Oleh: @deden-mm Dalam surah al-Qamar ayat 4, setiap bencana baik itu gempa bumi, maupun tsunami atau yang lainnya menyimpan muzdajar (مُزْدَجَرٌ) bagi siapa saja yang mendengar beritanya. Apalagi langsung melihatnya. Dari kata zajrun (زَجْرٌ). Yaitu daya cegah dari bencana berikutnya dan daya henti dari melakukan segala sebab yang memicunya. … Continue reading “GEMPA DUA PERIODE”

ABU BAKAR DAN UJARAN KEBENCIAN

ABU BAKAR DAN UJARAN KEBENCIAN Oleh: @deden_mm Abu Bakar sedang duduk bersama Rasulullah Saw di tempat berkumpulnya orang-orang. Banyak yang duduk-duduk di situ sambil berbincang hangat dengan sesamanya. Tiba-tiba ada yang melontarkan kata-kata buruk kepada Abu Bakar dengan terang-terangan. Bukan melalui medsos. Semua yang dilontarkannya ujaran kebencian. Tapi Abu Bakar tidak terpancing walau sudah benar-benar … Continue reading “ABU BAKAR DAN UJARAN KEBENCIAN”

JIKA POLITIK DITULIS DENGAN HURUF ARAB

JIKA POLITIK DITULIS DENGAN HURUF ARAB Oleh: @deden_mm Di pesantren tradisional semua tulisan, baik bahasa Indonesia, Sunda, maupun Jawa, ditulis dengan huruf Arab. Termasuk kosakata politik. Politik ditulis dengan rangkaian huruf fa (ف), wawu (و), lam (ل), ya (ي), ta (ت), dan kaf (ك). Jika disambung maka akan menjadi seperti ini: فوليتك Kata tersebut jika … Continue reading “JIKA POLITIK DITULIS DENGAN HURUF ARAB”

SEBAB BERGESERNYA NILAI ULAMA

SEBAB BERGESERNYA NILAI ULAMA Oleh: @deden_mm Kepemimpinan setelah Rasulullah Saw dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin. Mereka adalah para pemimpin yang juga ulama dan fuqaha. Mereka berijtihad sendiri dalam mengeluarkan fatwa. Tidak bergantung kepada ulama lain dalam mengambil keputusan kecuali dalam hal yang tidak dapat diputuskan kecuali dengan musyawarah. Hal ini menyebabkan para ulama masa Khulafaurrasyidin terkonsentrasi pada … Continue reading “SEBAB BERGESERNYA NILAI ULAMA”