BOHONG
Oleh: @deden_mm
Salah satu kabilah terkuat di sekitar Madinah akhirnya berbondong-bondong mameluk Islam. Yaitu Bani Mushthaliq. Langsung dipimpin kepala sukunya yang bernama Harits bin Dhirar.
Seorang sahabat bernama Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith diperintahkan Rasullah Saw untuk mengambil zakat Bani Mushthaliq yang melimpah di suatu tempat dan waktu yang sudah disepakati antara Rasulullah Saw dan Harits bin Dhirar.
Tapi Walid bin ‘Uqbah telat datang sementara Harits bin Dhirar dan kaumnya sudah mempersiapkan zakatnya. Lalu setelah lama menunggu dan Walid tak datang-datang, akhirnya Harits bin Dhirar dan kaumnya berinisiatif mengantarkan zakat mereka dengan dikawal pasukan yang kuat.
Inisiatif ini muncul karena Harits bin Dhirar khawatir Rasulullah Saw tidak berkenan menerimanya, atau sebut saja marah, sampai beliau batal mengirimkan utusan.
Saat pasukan Harits sudah siap bergerak mengawal zakat, Walid bin ‘Uqbah datang. Tapi karena melihat pasukan begitu banyak di hasapannya, langkah Walid terhenti dan segera balik arah ke Madinah. Walid mengira pasukan Bani Mushthaliq keluar untuk menghadang dirinya sebagai penolakan mereka terhadap kewjiban zakat.
Serta merta Walid menghadap Rasulullah Saw seraya mengarang cerita hoax yang hanya disaandarkan kepada dugaan, bahwa Bani Mushthaliq menolak membayara zakat dan telah menyiapkan pasukan untuk menghadang dirinya sebagai petugas pengambil zakat.
Rasulullah Saw, tanpa berfikir lagi, bergegas memberikan perintah memberangkatkan pasukan untuk menghadang Bani Mushthaliq atas laporan Walid. Karena dengan penolakan tersebut berarti telah inkar janji dan murtad.
Pasukan Rasullah Saw siap berangkat. Sementara pasukan Bani Mushthaliq sudah mendekati Madinah. Harits bin Dhirar kaget dengan kemunculan pasukan Rasullah Saw yang siap berperang di hadapannya.
Haris bin Dhirar segera meninggalkan pasukannya untuk lebih cepat menemui Rasullah Saw seorang diri.
“Apakah engkau menolak memebayar zakat dan berusaha menghadang utusanku?,” kata Rasulullah Saw kepada Harits bin Dhirar.
“Tidak, ya Rasulallah. Justru kami menunggu-nunggu utusan engkau. Tapi tidak datang-datang. Akhir kami berinisitif mengantarkannya sendiri kepada engkau.”
Rasulullah Saw terdiam. Bagaimana tidak sementara karena hoax yang dibuat Walid hampir dua pasukan bertemu dalam sebuah pertempuran besar. Lalu turun surah al-Hujurat ayat 6 tentang tabayyun terhadap semua berita yang belum diketahui kebenarannya yang dibawa oleh orang fasik.
Dalam sebuah riwayat, hoax yang dibuat Walid juga dilatarbelakangi hubungan pribadi yang kurang baik antara Walid dan Harits sejak lama. Sehingga spontan mendorong Walid berburuksangka kepada Bani Mushthaliq ketika melihat hal yang tidak sesuai dengan yang dibayangkannya.
Demikian. Disarikan dari Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Wallaahu A’lam.
Deden Muhammad Makhyaruddin
Sadeng, 10 Oktober 2018




