BUMI PUN BERPERILAKU MENYIMPANG KEPADA PARA PENYIMPANG PERILAKU

BUMI PUN BERPERILAKU MENYIMPANG KEPADA PARA PENYIMPANG PERILAKU
Oleh: @deden_mm

Dalam tulisan saya dengan judul “LGBT dalam Al-Quran,” bahwa LGBT adalah kelainan pada jiwa. Adakalanya karena faktor genetik dan adakalanya lingkungan. Tapi faktor apapun yang melatarbelakanginya maka kedua-duanya harus diikhtiarkan untuk menjadi normal.

Adalah salah membiarkan orang yang terlahir tunadaksa (kelainan fisik) dalam kelainannya. Melainkan harus diikhtiarkan menormalkannya. Disemangati agar optimis. Demikian pula salah membiarkan yang terlahir dengan kelainan jiwa tetap dalam kelainannya. Melainkan harus disembuhkan.

Bisa dibayangkan bagaimana apabila kelainan tersebut dibuat-buat. Bukan bawaan lahir. Maka Membiarkannya bukan sekadar salah tapi dosa besar. Apalagi malah didukung dan difasilitasi. Tak lagi disebut kelainan. Tapi penyimpangan. Inilah yang terjadi pada kaum Nabi Luth. Bahkan mereka tak lagi mau mendengarkan peringatan nabi mereka.

Bumi pun menjadi berperilaku menyimpang pada mereka. Yang tadinya diam, tenang, dan memberikan kehidupan berubah menjadi bergerak, goyang dan memberikan kematian. Allah yang menjadikan bumi begitu. Perilakunya menjadi menyimpang karena para penghuninya berperilaku menyimpang pula.

Laki-laki suka kepada sesama laki-laki, atau perempuan suka kepada sesama perempuan, atau suka kepada dua-duanya adalah penyimpangan yang benar-benar di luar batas kewajaran. Ibarat langit yang mestinya di atas menjadi di bawah sementara bumi yang mestinya di bawah menjadi di atas.

Yakni benar-benar terbalik. Oleh karenanya adzab yang diberikan kepada mereka adalah menjadikan lapisan bumi yang di atas menjadi di bawah dan menjadikan lapisa bumi yang di bawah menjadi di atas. Dalam surah Huda ayat 82 dan surah al-Hijr ayat 74 keadaan bumi terbalik digambarkan dengan:

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا
Maka Kami balikkan bagian atas bumi menjadi bagian bawahnya.

Dalam ayat lain disebut khasf (خَسفٌ). Dalam bahasa ilmiyahnya “likuifaksi.” Hal ini adalah sebagaimana menimpa Qarun dan harta bendanya. Tenggelam ditelan bumi (QS al-Qashash: 81). Tapi yang menimpa kaum Nabi Luth lebih dari itu. Karena setelah dijungkirbalikkan, mereka dilempari kerikil panas berapi dari langit.

Sadeng, 15 Oktober 2018
Deden Muhammad Makhyaruddin

(Visited 45 times, 1 visits today)
Bagikan