KARAKTER SANTRI MANDIRI DALAM 6 AMTSILAH TSULATSI MUJARRAD
Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin
- Nashara yanshuru (نَصَرَ يَنْصُرُ). Artinya menolong. Yakni, santri yang mandiri atau santri yang mujarrad itu harus berjiwa penolong.
- Dharaba yadhribu (ضَرَبَ يَضْرِبُ). Artinya memukul. Yakni santri yang mandiri harus kuat. Karena kalau tidak kuat tidak akan dapat memberikan pertolongan dengan maksimal.
- Fataha yaftahu (فَتَحَ يَفْتَحُ). Artinya membuka atau membebaskan dan memerdekakan. Yakni santri yang mandiri harus mampu memberikan solusi, memecahkan masalah, memberikan kemerdekaan, membela yang lemah, melawan kezaliman, dan menegakkan keadilan.
- ‘Alima ya’lamu (عَلِمَ يَعْلَمُ). Artinya mengetahui. Yakni santri mandiri harus banyak ilmu, yakin, optimis, dan bermasa depan.
- Hasuna yahsunu (حَسُنَ يَحْسُنُ). Artinya baik dan indah. Yakni santri mandiri harus punya akhla yang baik. Perangainya indah. Disukai orang. Banyak teman.
- Hasiba yahsibu (حَسِبَ يَحْسِبُ). Artinya cukup, menghitung, atau menyangka (yakin). Yakni santri mandiri hidupnya berkecukupan, qana’at, tawadhu, dan zuhud. Orientasinya akhir. Keluarganya sakinah. Sering bermuhasabah. Yakin pada Allah. Dan melahirkan generasi yang unggul.
Selamat Hari Santri
Indonesia Murojaah Foundation
(Visited 148 times, 1 visits today)




