MADZHAB-MADZHAB ULAMA TENTANG KULIT BINATANG (BANGKAI)
Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin
1. Madzhab Imam al-Syafii (w. 204 H.)
Semua kulit binatang (bangkai) menjadi suci dengan disamak kecuali kulit anjing dan kulit babi, atau dari perkawinan silang antara anjing dengan babi, atau silang antara anjing dan babi dengan binatang yang lain. Madzhab ini sesuai dengan pendapat Ali bin Abu Thalib dan Ibnu Mas’ud.
2. Madzhab Imam Abu Hanifah (w. 150 H.)
Semua kulit binatang suci. Termasuk kulit anjing. Sedang kulit babi ada tiga riwayat dari Imam Abu Hanifah. Yaitu suci, tidak suci, dan babi tidak memiliki kulit.
3. Madzhab Imam Dawud al-Zhahiri (w. 270 H.)
Semua kulit binatang suci. Termasuk kulit anjing dan babi.
4. Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H.)
Tidak ada satu pun kulit binatang (bangkai) yang bisa suci.
5. Madzhab Imam al-Auza’i ( w. 157 H.) dan Imam Abu Tsaur (w. 240 H.)
Kulit dari setiap binatang yang halal dimakan dagingnya adalah suci, dan kulit dari setiap binatang yang tidak halal dimakan dagingnya tidak suci.
6. Madzhab Imam Malik (w. 179 H.)
Bagian luar (permukaan) kulit binatang bisa menjadi suci dengan disamak, tapi tidak bagian dalamnya. Boleh sholat di atasnya (dijadikan alas) tapi tidak boleh sholat di dalamnya (dijadikan pakaian). Bolah dipergunakan setelah disamak hanya pada yang kering, tidak pada yang basah.
Al-Bayan karya Imam al-‘Imrani (w. 553 H.) jilid 1 halaman 69
Deden Muhammad Makhyaruddin




