MALAIKAT-MALAIKAT YANG BERJALAN DI BUMI
Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin
Ada yang pernah melihat malaikat? Atau bertemu malaikat? Tentu tidak pernah, kan. Ya, karena malaikat adalah makhluk tak kasat mata yang diciptakan Allah dari cahaya. Mereka adalah makhluk yang paling dekat dengan Allah, suci, tak pernah maksiat, selalu taat, sangat kuat, kelezatannya hanya dalam ibadah, tidak dihisab, dan tidak ada yang masuk neraka. Semuanya ahli surga. Yang paling mulia di sisi Allah adalah para malaikat penjaga wahyu. Disebut Safarah Kiram Bararah. Safarah artinya duta atau pencatat. Kiram artinya mulia. Dan bararah artinya taat, jujur dan suci. Semua kitab suci sebelum sampai kepada para nabi sampai terlebih dahulu ke tangan malaikat Safarah Kiram Bararah. Dari tangan malaikat Safarah Kiram Bararah wahyu pindah ke tangan malaikat Jibril. Dari malaikat Jibril sampai ke para nabi.
Tapi ada yang lebih hebat dari malaikat Safarah Kiram Bararah. Dia bukan malaikat. Bukan pula makhluk langit. Tapi manusia. Makhluk bumi. Dialah para penghafal Al-Qur’an. Imam al-Bukhari (w. 259 H.) meriwayatkan sebuah hadits dari gurunya yang bermana Adam, dari gurunya yang bernama Syu’bah, dari gurunya yang berbama Qatadah, dari gurunya yang bernama Zurarah bin Abu Awfa, dari gurunya yang bernama Sa’ad bin Hisyam, dari gurunya yang bernama Aisyah, istri Rasulullah Saw, dari gurunya yaitu Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ
Orang yang membaca Al-Quran sementara dia hafal padanya bersama para malaikat Safarah Kiram Barar. (HR al-Bukhari nomor 4937).
Untuk sampai ke level penghafal Al-Quran yang dimaksud hadits ini tidak cukup hanya dengan membaca Al-Quran tapi juga harus hafal, dan tidak cukup dengan sekadar hafal saja tapi juga harus baca. Harus murojaah. Yang hafal dan baca pun belum tentu masuk kalau hafalannya tidak mutqin dan bacaannya tidak fasih. Dalam hadits riwayat Imam Muslim nomory 798 disebut al-mahir. Ini adalah penghafal Al-Quran yang istimewa. Mereka adalah sahabatnya malaikat safarah kiran bararah. Bisa disebut malaikat dari kalangan manusia.
Bersama malaikat artinya sama dengan malaikat. Dekat dengan Allah, suci, dimuliakan Allah, dihapus dosa-dosa, tidak maksiat, tidak dihisab, dan tidak masuk neraka. Kalau sudah seperti ini, silahkan mau minta apa. Pasti Allah kabulkan. Inilah potret malaikat-malaikat yang berjalan di bumi. Bahkan bisa lebih mulia dari malaikat yang sebenarnya. Karena malaikat yang ini punya perasaan, keinginan, impian, cita-cita, harapan, bisa menangis, bahkan bisa terluka. Ia dinamis yang terus akan mengalami perubahan menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Tapi Rasulullah Saw mengetahui bahwa banyak penghafal Al-Quran yang sangat sulit untuk menjadi mahir. Susah hafal mudah lupa. Maju ke depan, yang belakang hilang. Mundur kebelakang, yang depan tidak maju-maju. Ditambah bacaannya belepotan. Ketika murojaah, belum apa-apa sudah mogok. Keadaannya benar-benar tragis. Oleh karenanya, beliau melanjutkan sabdanya:
وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ
Orang yang membaca Al-Quran sementara (tidak lancar dan sering lupa tapi) tetap (bertahan dan terus berusaha) menjaganya, bacaannya (dan hafalannya) sangat membebaninya, maka baginya dua pahala
Yaitu pahala membacanya dan pahala beratnya. Dengan kata lain, apapun keadaan hafalannya dan bacaannya, harus tetap membaca. Meski sangat berat. Tidak ada rasa lelah yang dihargai pahala yang utuh secara langsung oleh Rasulullah Saw kecuali rasa lelah dalam murojaah atau membaca hafalan yang tak lancar-lancar. Jika lulus di pase ini maka tak lama lagi akan sampai ke level malaikat.
Para penghafal Al-Quran yang sekarang mahir, hafalannya mutqin dan bacaannya fasih, maka dahulunya sama saja, pernah jumpalitan pula mempertahankan hafalannya. Bahkan bisa jadi lebih berat. Hanya saja Allah bantu mereka karena barangkali mereka lebih ikhlas dan lebih kuat mujahadahnya. Rupanya pahala ganda dari Allah dalam murojaah hafalannya yang berat telah menguatkannya sampai menjadi mahir dan menjadi malaikat-malaikat yang berjalan di bumi.
Wallahu A’lam.
Masjid Raya Al-Muttaqin, Bogor 22 Oktober 2017




