MENGAPA HARUS 200?

MENGAPA HARUS 200? Oleh: @deden_mm Viral 200 muballigh rekomendasi Kemenag RI. Saya yakin tujuannya bagus. Tapi kemudian blunder karena banyak muballigh yang mestinya masuk rekomendasi malah tidak masuk. Bahkan sebaliknya ada beberapa yang dianggap tidak layak malah terdaftar. Ada apa dengan penguasa negeri ini? Berikut hasil tadabbur “tengil” saya saat berselancar murojaah juz 10. Saya … Continue reading “MENGAPA HARUS 200?”

Pesantren Ramadhan TPA Annahl

Suasana Renungan Malam dan Makan Sahur Pesantren Ramadhan TPA Annahl BSD City, Jum’at – Sabtu tanggal 18-19 Mei 2018…

RINDU TARAWIH BERSAMA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT

RINDU TARAWIH BERSAMA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT Oleh: @deden_mm Dalam kitab Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin al-Malibari (w. 987 H.), tarawih didefinisikan dengan shalat dua puluh rakaat yang dilakukan setelah shalat Isya pada malam bulan Ramadhan dengan sepuluh kali salam serta sunat diberjamaahkan. Yakni diwajibkan salam setiap selesai dua rakaat. Kalau salamnya tidak di setiap … Continue reading “RINDU TARAWIH BERSAMA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT”

JIKA POLITIK MASUK MASJID

JIKA POLITIK MASUK MASJID Oleh: @deden_mm Membawa politik ke masjid dipertentangkan. Padalah masjid punya adab-adaban dan aturan-aturan khusus. Tidak perlu aturan lain. Siapapun dan apapun bisa masuk masjid, termasuk politik, selama mengikuti adab-adabannya. Tidak perlu dipertentangkan. Masjid dibangun untuk mendirikan sholat dan dzikir. Untuk berjamaah. Politik pun silahkan masuk masjid selama untuk ikut shalat dan … Continue reading “JIKA POLITIK MASUK MASJID”

ADA APA DENGAN SYA’BAN

ADA APA DENGAN SYA’BAN (Renungan Isyarat Tafsir Ayat-ayat Al-Qur’an yang Berkaitan dengan Sya’ban) @deden_mm Bulan Sya’ban tahun ini sudah memasuki paroh kedua. Amaliah Sya’ban pun viral di medsos, baik yang disunnahkan maupun yang dibid’ahkan menurut sebagian kelompok, khususnya terkait malam Nishfu Sya’ban yang, pada dasarnya, semuanya mengarah pada varian ekspresi umat atau sebagian umat dalam … Continue reading “ADA APA DENGAN SYA’BAN”