
RAHASIA MENYANDINGKAN NAMA MUHAMMAD SAW DENGAN NAMA ALLAH SWT
(Kajian Kitab al-Khashaish al-Kubra Karya Imam al-Suyuthi (w. 576 H.))
Bersama KH Deden Muhammad Makhyaruddin, Al-Hafizh
Allah Saw. berfirman:
Dan Kami telah meninggikan, untukmu, penyebutanmu. (QS al-Insyirâh, 94 : 4)
Kata para mufasir, yang dimaksud meninggikan adalah tidak semata-mata disebut nama Allah kecuali disebut pula nama Muhammad. Tiada kemuliaan melebihi kemuliaan disandingkan dengan Allah. Tiada nama yang mempunyai keistimewaan beranding dengan nama Allah selain nama Muhammad. Semoga kajian ini menyebabkan kita semakin mencintai beliau. Semakin tahu bagaimana cara terbaik dan terhebat mencintainya. Hal ini sangat wajar, karena tiada yang lebih dicintai oleh beliau selain kita, umatnya. Kalimat terakhir yang keluar dari lisan beliau adalah ummati, ummati, ummati. Dalam tafsir Ibnu Katsir, ketika menafsirkan Ayat Kursi, dikutip sebuah hadits yang sahih. Rasulullah Saw. bersabda yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:
“Setiap nabi mempunyai satu kesempatan dikabulkan doa yang pasti tepat. Nabi-nabi sebelumku telah menggunakan kesempatan tersebut. Permintaan mereka pun telah terbukti dikabulkan. Kecuali aku. Aku hanya akan mempergunakannya nanti di hari kiamat. Aku akan bersujud di bawah tiang Arsy. Aku akan berdoa kepada Allah untuk umatku. Dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sebelum aku diberikan kepastian semua umatku selamat.”
Demikian sekelumit gambaran kecintaan Rasulullah Saw. kepada kita, umatnya. Dalam surah al-Taubah ayat 128 dilukiskan Rasulullah sebagai sosok yang merasa berat umatnya terbebani. Sangat menginginkan mereka selamat. Dan welas asih kepada mukminin. Oleh karenanya pantas beliau menjadi satu-satunya pemilik nama yang bersanding dengan Allah sejak pertama kali penciptaan semesta. Imam al-Suyuthi, tampaknya, atas alasan tersebut, mentakhrij hadits-hadits, atau riwayat-riwayat yang mengupas penyandingan nama Muhammad dengan nama Allah. Kendati memang misalnya sanadnya lemah tetapi kandungannya sesuai dengan ayat Al-Qur’an.
Rasulullah Saw. bersabda: “Ketika Nabi Adam melakukan kesalahan (mencicipi buah dari Pohon Terlarang) dia berdoa: ‘Ya Rab, atas nama realitas Muhammad, ampunilah aku.’ Allah Swt. berkata: ‘Dari mana kamu tahu Muhammad?’ Nabi Adam menjawab: ‘Ketika Engkau menciptakanku dan meniupkan bagian ruh-Mu kepadaku, kuangkat kepalaku, lalu kulihat di atas tiang-tiang Arsy tertulis Lâilâha illallah muhammadun rasûlullah. Lalu kutahu tidak semata-mata Kausandingkan nama itu dengan nama-Mu kecuali merupakan makhluk yang paling Kaucintai.’ Allah berfirman kepada Nabi Adam: ‘Engkau benar, hai Adam. Seandainya tidak ada Muhammad, Aku tidak akan menciptakanmu. (HR al-Hakim al-Baihaki al-Thabarani Abu Nu’aim dan Ibnu Asakir).
Dalam khazanah keislaman klasik terdapat beberapa tokoh yang dianggap kontroversi. Di antaranya Ka‘ab al-Ahbar, mantan pendeta Yahudi yang mengetahui banyak hal seputar Rasulullah Saw. dalam kitab-kitab para nabi terdahulu. Pengetahuan yang menyebabkan dirinya beriman kepada beliau. Ibnu Asakir menyeleksi sebuah riwayat, bahwa, berasarkan penelitian Kaab al-Ahbar, Allah menurunkan tongkat kepada Nabi Adam sebnyak jumlah para nabi dan rasul. Kemudian Nabi Adam mewariskannya kepada Syits, putranya seraya berkata: “Wahai anakku engkau adalah penerusku. Ambillah tongkat ini dengan kepemimpinan takwa dan Ikatan yang Kuat (iman). Tidak semata-mata kausebut nama Allah maka sebut di sampingnya nama Muhammad. Karena aku melihat namanya tertulis di atas betis Arsy sementara aku antara ruh dan tanah. Kemudian kukelilingi langit, lalu tak semata-mata kulihat tempat di langit kecuali di sana tertulis nama Muhammad. Allah menempatkanku di surga, dan tidak semata-mata kulihat gedung di surga atau kamar di sana kecuali nama Muhammad tertulis di atasnya. Aku benar-benar telah melihat nama Muhammad tertulis di atas leher-leher bidadari. Di ambang titian singgasana Daud, batang-batang pohon surga, di atas dedaunan Pohon Tuba, di atas dedaunan Teratai Muntaha, di atas ujung-ujung tirai Tuhan, dan di antara mata-mata malaikat. Perbanyaklah menyebut namanya karena para malaikat menyebut namanya setiap saat.




