MADZHAB-MADZHAB ULAMA TENTANG JUMLAH ORANG UNTUK SHALAT JUM’AT

MADZHAB-MADZHAB ULAMA TENTANG JUMLAH ORANG UNTUK SHALAT JUM’AT

Oleh: @deden_mm

Kewajiban shalat Jumat terdapat di dalam Al-Quran surah al-Jumu’ah ayat 9. Tapi, tidak dijelaskan di dalamnya berapa jumlah minimal orang yang sah mengerjakannya. Maka, para ulama pun berbeda pendapat.

1. Minimal 40 Orang

Ini madzhab Syafi’i, Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, dan satu riwayat dari Umar bin Abdul Aziz. Dan, yang dimaksud 40 orang itu sudah termasuk imam.

Dalilnya, riwayat sahabat, Jabir, bahwa dalam setiap 40 orang atau lebih harus ada shalat Jumat (HR al-Baihaqi). Dan, hadis tentang shalat Jumat pertama di Madinah, yaitu di kampung Naqi’ al-Khadhimat, bahwa jumlah mereka 40 orang (HR Abu Daud dan al-Baihaqi). Juga, tidak ada riwayat dari Rasulullah Saw, bahwa beliau mengerjakan shalat Jumat dengan kurang dari 40 orang.

Ulama madzhab Syafi’i Khurasan dan sekelompok ulama Iraq menghikayatkan, bahwa yang 40 orang itu belum termasuk imam. Jadi, totalnya 41 orang.

2. Minimal 3 (Tiga) Orang

Dinuqil oleh imam Ibn al-Qash dalam kitab al-Talkhish bahwa pendapat ini adalah Qaul Qadim dari Imam al-Syafii. Yang dimaksud adalah dua orang makmum dan satu imam. Tapi, yang terdapat dalam kitab Talkhish sendiri adalah tiga orang makmum bersama satu orang imam. Jadi, empat orang.

Pendapat ini, yakni minimum 3 (tiga) orang, adalah juga pendapat Abu Yusuf, dan al-Awza’iy. Ada yang juga yang menisbatkannya ke imam Abu Hanifah.

Dalilnya, nama hari Jumat disebutkan dalam Al-Quran. Tidaklah disebut Jumat kecuali ada shalat Jumat di dalamnya. Secara bahasa, jumat itu sama dengan jamaah. Berarti jamak. Dan, yang disebut jamak dalam bahasa Arab itu minimal tiga (3) orang.

3. Minimal 50 Orang

Pendapat ini salah satu riwayat dari Umar bin Abdul Aziz

4. Minimal 4 (empat) Orang.

Pendapat ini adalah qaul Imam Abu Hanifah, Sufyan al-Tsauri, dan Muhammad bin Hasan. Dalilnya, sabda Rasulullah Saw: “Jumat adalah wajib pada setiap kampung walau hanya ada empat (4) orang di dalamnya.”

5. Minimal 12 Orang

Ini pendapat imam Rabi’ah. Dalilnya, pernah Rasulullah Saw sedang khuthbah Juma’at, lalu para sahabat meninggalkan beliau karena tergoda kedatangan rombongan barang-barang dari Syam. Dan, tidak tersisa bersama beliau kecuali 12 orang. Tapi, beliau tetap melanjutkan khuthbahnya.

 

6. Minimal 2 Orang

Ini pendapat Imam Daud al-Zhahiri dan imam al-Hasan bin Shalih. Dalilnya, karena shalat berjamaah bisa dilakukan dengan satu orang imam dan satu orang makmum.

7. Minimal 1 Orang

Pendapat ini diriwayatkan oleh al-Darimi dari imam al-Fasani. Yakni, shalat Jumat tidak harus berjamaah. Tapi, pendapat al-Fasani ini tidak diperhitungkan keberadaannya.

 

Cibubur, 3 April 2020
Deden Muhammad Makhyaruddin

(Visited 52 times, 1 visits today)