SAAT RAMADHAN TELAH KHATAM

SAAT RAMADHAN TELAH KHATAM

Ibarat menghafal Al-Qur’an, menjalani ibadah Ramadhan adalah ziyadah (menambah hafalan), dan menjalani ibadah di sebelas bulan setelahnya adalah murojaah.

Jika Al-Qur’an adalah 30 juz maka Ramadhan tahun 1442 ini 30 hari. Di hari ketiga puluh, dengan tarawih terakhir, sahur terakhir, dan puasa terakhir ibarat penghafal Al-Qur’an yang sudah sampai ke juz 30. Hati bahagia karena akan khatam tapi hati pun rindu kembali ke juz-juz awal lagi.

Kondisi hati penghafal Al-Qur’an yang demikian disebut al-hall al-murtahil (الحَلُّ المُرْتَحِلُ), yaitu keadaan sampai yang berlanjut. Yakni, ketika bacaan sudah sampai 30 juz maka tidak berhenti di surah al-Nas melainkan langsung berlanjut ke awal lagi, yaitu surah al-Fatihah dan surah al-Baqarah.

Demikian pula ketika Ramadhan telah khatam (usai) maka, setelah Idul Fitri, mulai lagi mengerjakan puasa 6 hari bulan Syawal, atau yang punya qadha langsung qadha.

Orang yang ketika menambah hafalannya benar-benar disiplin menjaga kualitas hafalannya maka akan dengan mudah memulai murojaahnya. Karena, apa yang akan dimurojaahnya masih segar dan ingat.

Dan, yang tidak menjaga kualitas hafalannya selama menambah hafalan maka ketika lanjut murojaah, dia akan sangat kesulitan, karena apa yang dihafalnya itu sudah tak ingat lagi.

Orang yang menjaga kualitas ibadahnya selama Ramadhan, baik puasanya, tarawihnya, baca Qurannya, dan sedekanya maka ketika saatnya memurojaah ibadah tersebut di bulan-bulan setelahnya, dia akan sangat mudah melakukannya.

Sedang, yang tidak menjaga kualitas ibadahnya, maka ketika tiba saatnya Idul Fitri, dia akan kesulitan mengulang ibadah-ibadah itu di sebelas bulan berikutnya.

Maka, bagaimana dengan orang yang, selama Ramadhan, jangankan menjaga kualitas ibadahnya, bahkan ibadahnya saja sering terlewat, maka tentu, dia tidak akan dapat mengulang ibadah apapun setelahnya.

Bogor, 30 Ramadhan 1442 H.
Deden M. Makhyaruddin

(Visited 20 times, 1 visits today)
Bagikan