METODE TAHFIZH INI HANYA DILAKUKAN OLEH PARA ULAMA YANG HAFALANNYA HEBAT
1. Taqlil al-Kammiyyah
Yaitu menghafal Al-Quran sedikit-sedikit. Semakin sedikit semakin bagus hasilnya. Satu ayat satu ayat. Atau kurang dari satu ayat.
Para sahabat menghafal Al-Quran lima ayat-lima ayat. Batasannya maksimal sepuluh ayat. Tidak lebih. Mereka tidak berlanjut kepada ayat berikutnya sebelum sepuluh ayat tersebut sudah mutqin (lancar dan kuat) secara hafalan, pemahaman dan pengamalan.
Dengan metode ini, kata Ibnu Mas’ud, hafalan Al-Quran para sahabat senior jarang yang banyak. Bahkan ada yang hafal hanya satu atau dua surat saja. Tapi mereka betapa menguasai pemahaman dan pengamalannya.
Umar bin Khaththab menghafal surah al-Baqarah dan tidak khatam kecuali setelah memakan waktu 12 tahun. Dia langsung menyembelih seekor unta sebagai tanda syukur.
Abdullah bin Umar yang dikenal sebagai sahabat yang banyak ilmu menghafal surah al-Baqarah dalam waktu 8 tahun.
Imam Syu’bah (w. 193 H.), seorang ulama ahli qiraat Al-Quran murid imam Ashim (w. 127 H.) menghafal Al-Quran dengan ditalqin oleh gurunya (Imam Ashim) sehari satu ayat. Lalu ketika khawatir keburu meninggal sebelum khatam ditingkatkan menjadi lima ayat sehari.
Imam Sufyan al-Tauri (w. 161 H.) dikenal punya kemampuan menghafal segala sesuatu dalam sekali dengar. Bahkan sering menutup telinga ketika melewati kumpulan orang yang sedang mengobrol karena takut jadi kehafal obrolannya. Tapi ketika menghafal , cukup mendengar 5 hadits (atau ayat) lalu mundur untuk mengulangnya.
2. Katsrah al-Tikrar (Takrar)
Yaitu banyak mengulang-ulang. Dalam hal ini ada pribahasa di kalangan para ulama: “Menghafal satu huruf (harf) mengulangnya seribu kali (alf).”
Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H.) tidak menganggap telah hafal sebelum hafalannya dimurojaah paling sedikit sebanyak 50 kali dan ditulis sebanyak 50 kali juga.
Imam Abu Ishaq al-Syirazi (w. 476 H.) ketika hafalan satu masalah fiqih maka tidak pindah kepada hafalan masalah fiqih berikutnya kecuali setelah diulang seribu kali. Hasilnya Abu Ishaq hafal persoalan khilafiyyah fiqih para ulama dari masa ke masa seperti hafalan kita pasa surah al-Fatihah.
Deden Muhammad Makhyaruddin
PESANTREN INDONESIA MUROJAAH 2019
INDONESIA MUROJAAH FOUNDATION
INDONESIA MUROJAAH




