“Pribumi” Dalam Al-Quran Adalah Rasulullah

 “PRIBUMI” DALAM AL-QURAN ADALAH RASULULLAH

Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin

Ramai di media sosial tentang masalah pribumi. Saya pun terpancing. Fikiran saya gatal ketika murojaah sampai kepada ayat yang menyimpan pejelasan tentang pribumi. Pribumi dalam bahasa inggris disebut native.

Bahasa Al-Quran yang menunjuk pada pengertian pribumi adalah al-ummiy (الْأُمِّيّ). Rasulullah Saw dalam Al-Quran disebut Nabi yang ummiyy (الأُمِّيّ). Demikian pula orang-orang Arab disebut ummiyyun (الأُمِّيُّوْنَ).

Kata al-ummiyy mempunyai konotasi negatif, kampungan, primitif, tidak berpendidikan, dan tidak berperadaban. Terlebih, di masyarakat Arab, orang ummiy dicirikan dengan ketidakmampuan menulis dan membaca. Dokumen mereka adalah hafalan.

Orang-orang Yahudi di Madinah menyebut orang-orang Arab dengan kata al-umiyyin yang bisa dibodohin. Lihat surah Ali Imran ayat 75. Mungkin bahasa kita-nya, maaf: “Dasar pribumi ndeso.” Dan dicetuskan untuk memecah belah.

Kemudian kata ummiy diangkat oleh Al-Quran menjadi berpengertian positif. Ia berarti natural, jujur, tidak terkontaminasi, dan tidak berubah. Demikianlah ajaran Agama. Harus selalu murni dari perubahan dan pemalsuan. Nabi yang dinanti-nantikan Yahudi selama berabad-abad lahir sebagai seorang ummiy dari masyarakat yang umiyyun.

Ummiyy dalam pengertian negatif yang sebenarnya bukanlah orang-orang Arab tapi Yahudi yang tidak mengerti isi Al-Kitab yang sudah banyak berubah. Lihat surah al-Baqarah ayat 76.

Indonesia Murojaah Foundation

(Visited 121 times, 1 visits today)
Bagikan