Karakter Santri Mandiri Dalam 6 Amtsilah Tsulatsi Mujarrad

KARAKTER SANTRI MANDIRI DALAM 6 AMTSILAH TSULATSI MUJARRAD Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Nashara yanshuru (نَصَرَ يَنْصُرُ). Artinya menolong. Yakni, santri yang mandiri atau santri yang mujarrad itu harus berjiwa penolong. Dharaba yadhribu (ضَرَبَ يَضْرِبُ). Artinya memukul. Yakni santri yang mandiri harus kuat. Karena kalau tidak kuat tidak akan dapat memberikan pertolongan dengan maksimal. Fataha yaftahu … Continue reading “Karakter Santri Mandiri Dalam 6 Amtsilah Tsulatsi Mujarrad”

“Pribumi” Dalam Al-Quran Adalah Rasulullah

 “PRIBUMI” DALAM AL-QURAN ADALAH RASULULLAH Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Ramai di media sosial tentang masalah pribumi. Saya pun terpancing. Fikiran saya gatal ketika murojaah sampai kepada ayat yang menyimpan pejelasan tentang pribumi. Pribumi dalam bahasa inggris disebut native. Bahasa Al-Quran yang menunjuk pada pengertian pribumi adalah al-ummiy (الْأُمِّيّ). Rasulullah Saw dalam Al-Quran disebut Nabi yang … Continue reading ““Pribumi” Dalam Al-Quran Adalah Rasulullah”

Ketika Khathib Bukan Imam

KETIKA KHATHIB BUKAN IMAM Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin ✅ Ketika khathib bukan imam, menurut fiqih hukumnya makruh. Mari rumuskan maslahatnya kembali agar tak jadi makruh. ✅ Ketika khathib bukan imam, kompetansi khathib dan imam jadi berbeda. Khathib pilihan adalah penceramah atau yang bergelar akademik tinggi meski tak hafal Al-Quran, atau bahkan masih salah bacaannya. Mari … Continue reading “Ketika Khathib Bukan Imam”

Madzhab-Madzhab Ulama Tentang Kulit Binatang (Bangkai)

MADZHAB-MADZHAB ULAMA TENTANG KULIT BINATANG (BANGKAI) Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin 1. Madzhab Imam al-Syafii (w. 204 H.) Semua kulit binatang (bangkai) menjadi suci dengan disamak kecuali kulit anjing dan kulit babi, atau dari perkawinan silang antara anjing dengan babi, atau silang antara anjing dan babi dengan binatang yang lain. Madzhab ini sesuai dengan pendapat Ali … Continue reading “Madzhab-Madzhab Ulama Tentang Kulit Binatang (Bangkai)”

Memahami Wasiat Mbah Kiyai Arwani Kudus Yang Melarang Santri-Santrinya Bermusabaqah Al-Quran

MEMAHAMI WASIAT MBAH KIYAI ARWANI KUDUS YANG MELARANG SANTRI-SANTRINYA BERMUSABAQAH AL-QURAN Oleh: al-faqir Deden Muhammad Makhyaruddin Sudah lama saya mendengar dan bertemu langsung dengan para penghafal Al-Quran lulusan Kudus yang bersanad kepada Mbah Kiyai Arwani. Mereka tidak pernah mau ikutan musaqabah Al-Quran. Mereka menyandarkan ketidakmauan mereka kepada wasiat Mbah Kiyai Arwani langsung. Alhamdulillah, akhirnya saya … Continue reading “Memahami Wasiat Mbah Kiyai Arwani Kudus Yang Melarang Santri-Santrinya Bermusabaqah Al-Quran”