Dalam kitab al-Jâmi‘ karya Ma‘mar bin Râsyid (w. 153 H.), sebuah kitab hadits tertua sebelum al-Bukhari (w. 256 H.) diriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Zhalim ada tiga. Pertama zhalim yang tidak akan diampuni. Kedua zhalim yang tidak akan dibiarkan (tanpa hukuman). Ketiga zhalim yang (semoga) akan dimaafkan. Zhalim yang tidak akan diampuni adalah syirik. Zhalim yang tidak akan dibiarkan (tanpa hukuman) adalah zhalimnya manusia antara satu sama lain. Dan zhalim yang (semoga) akan diampuni adalah zhalimnya manusia kepada dirinya sendiri.” Demikian terjemahan hadits tersebut. Sumber dari kezhaliman yang tidak akan diampuni adalah hawa nafsu. Sumber dari kezhaliman yang tidak akan dibiarkan (tanpa hukuman) adalah marah. Dan sumber dari kezhaliman yang (semoga) diampuni adalah syahwat. Buah syahwat yang paling buruk adalah tamak dan pelit. Buah marah yang paling buruk adalah ‘ujub(takjub pada diri sendiri) dan kibr (sombong). Dan buah hawa nafsu yang paling buruk adalah kufur dan perbuatan bid‘ah. Ketika enam keburukan tersebut terhimpun pada seorang manusia maka akan lahir keburukan yang ketujuh, yaitu dengki (hasad). Hasad adalah puncak keburukan terburuk dan kejahatan terjahat dari manusia. Dalam surah al-Falaq, Allah menutup kejahatan-kejahatan manusia yang harus diminta perlindungan kepada-Nya dengan ayat “dan dari kejahatan pendengki ketika dengki.” Sebagaimana menutup keburukan terburuk dan kejahatan terjahat dari setan dalam surah ini (al-Nâs) dengan al-waswâs (bisikan). Tidak ada kejahatan pada manusia yang lebih jahat dari dengki. Dan tidak ada kejahatan pada setan yang lebih jahat dari al-waswâs (bisikan).
Raja Manusia
(Visited 3.824 times, 1 visits today)




