Raja Manusia

Imam al-Râzi (w. 606 H.) melihat tahapan perjalanan jiwa manusia pada ayat ini bersama ayat sebelum dan sesudahnya. Menurut al-Razi (w. 606 H.), manusia berdasarkan fitrahnya siap mengenal dan mencintai Allah Swt. Hanya saja pada awal kelahirannya manusia tidak mempunyai pengetahuan-pengetahuan tersebut sama sekali. Perlu tarbiyah dan bimbingan. Dan Allah-lah rabbinnâs, Pentarbiah dan Pembimbing manusia. Lalu manusia, setelah proses tarbiah, naik kepada analisa berfikir. Perlu kontrol agar lurus. Dan Allah Swt adalah malikinnâs, Raja manusia yang memberikan kontrol penuh terhadapnya. Dari analisa berfikir menuju pengerjaan. Perlu arah hendak kemana dan kepada siapa pekerjaannya dipersembahkan. Maka, Allah adalah ilâhinnâs, Tuhan manusia.

Wallâhu A‘lam.

(Visited 3.824 times, 1 visits today)
Bagikan