Mem-Bismillah-Kan Kehidupan

MEM-BISMILLAH-KAN KEHIDUPAN (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 1)Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Hari ini penulis, in-sya-allâh, akan membahas surah al-Fâtihah ayat 1. Yaitu firman Allah Swt: بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيمِ Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang Dalam bahasa Arab, membaca bismillâhir rahmânir rahîm disingkat penyebutannya menjadi basmalah, sedang di Indonesia langsung disebutbismillâh meski sebagian ada yang … Continue reading “Mem-Bismillah-Kan Kehidupan”

Semesta Itu Bertuhan

MEM-BISMILLAH-KAN KEHIDUPAN (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 2)Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: الَحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam Kalimat al-hamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn, atau dipotong menjadi al-hamdulillâh sudah terbiasa terucap dalam obrolan sehari-hari, bahkan lebih sering diucapkan dari pada lafal bismillah. Disadari atau tidak, ketika lisan mengucapkan al-hamdulillâh, … Continue reading “Semesta Itu Bertuhan”

Kebhinekaan Dalam Rahman Dan Rahim-Nya Allah

KEBHINEKAAN DALAM RAHMÂN DAN RAHÎM-NYA ALLAH (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 3)Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Maha Pengasih, Maha Penyayang Dalam bahasa Indonesia, terdapat kosakata “kasih” dan kosakata “sayang.” Keduanya merupakan ekspresi dari rasa cinta dan kelembutan hati. Tapi “kasih” tak selalu berarti di dalamnya ada “sayang,” dan “sayang” tak selalu berarti … Continue reading “Kebhinekaan Dalam Rahman Dan Rahim-Nya Allah”

Pengadilan Keadilan

PENGADILAN KEADILAN (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 4)Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: مَلِكِ يَومِ الدِّينَ Pemilik hari pembalasan Teks surat al-Fâtihah ayat 4 adalah mâliki yaumiddîn. Terdiri dari tiga kata. Yaitu mâlik (مَالِكِ), yaum (يَومِ), dan al-dîn (الدّينِ). Kata malik pada ayat ini mempunyai dua bacaan. Kedua-duanya sah dari Rasulullah Saw. Yaitu pertama, menambahkan … Continue reading “Pengadilan Keadilan”

Peradaban Ibadah

PERADABAN IBADAH (Tafsir Surah al-Fâtihah Ayat 5)Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin Allah Swt berfirman: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Hanya pada-Mu kami menyembah dan hanya pada-Mu kami meminta pertolongan Pada ayat ini terdapat dua ikrar (pengakuan) yang melukiskan bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup: Hanya pada-Mu kami menyembah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ) Hanya pada-Mu kami meminta pertolongan (إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) Penulis … Continue reading “Peradaban Ibadah”